Menumbuhkan Semangat Berbagi Dari Kegiatan Tanoto Foundation

Ada yang sangat berkecukupan hingga nyaris berlebihan, ada juga yang berkekurangan hingga untuk memenuhi kebutuhan dasar pun sangat sulit. Ya! Fakta seperti ini masih ditemui di masyarakat Indonesia dan dunia.


Bagaimana bisa kehidupan bisa berjalan baik jika beragam masalah sosial seperti kemiskinan seperti itu masih ada? Ada yang mengatakan dunia akan lebih baik jika banyak orang yang mau berbagi dengan orang lain. Tidak perlu finansial, tapi apa saja pasti sangat berguna bagi orang lain.

Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto sudah melakukannya. Yayasan yang bergerak di tiga sektor, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup ini menjadi sarana bagi Sukanto Tanoto, salah seorang pengusaha sukses Indonesia, untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Salah satu kegiatan Tanoto Foundation memberi beasiswa untuk memudahkan akses ke pendidikan bermutu, melakuakn perbaikan fasilitas sekolah hingga pelatihan para guru digelar demi meningkatkan kualitas pendidikan.

Ternyata kegiatan itu tidak hanya berguna dalam memudahkan orang mendapatkan pendidikan berkualitas. Tanoto Foundation juga mampu melahirkan orang-orang yang memiliki semangat berbagi yang besar kepada sesama.

Dewayani Retno Indarti atau akrab disapa Dewa, merupakan penerima beasiswa Tanoto Foundation pada 2006. Dana yang ia terima membantunya untuk menuntaskan kuliah di jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Dewa dan teman-temannya telah berhasil melahirkan sebuah kegiatan yang dinamai Gemati. Nama ini merupakan kependekan dari Gerakan Mengasuh Anak Petani. Seperti yang telah dijelaskan melalui akronimnya, Gemati berusaha membantu meningkatkan pendidikan anak-anak petani dengan cara membantu anak mengakses pendidikan dasar.

Gemati menjalankan kegiatannya di kawasan perbuktian Menoreh di Magelang, Jawa Tengah sejak 2011. Awalnya, Dewa dan teman-temannya merancang kegiatannya, lalu berusaha mencari donatur dan menyalurkan hasilnya untuk anak-anak petani yang membutuhkan.

Kegiatan yang dirintis oleh Dewa dan teman-temannya itu terbilang luar biasa. Dewa sendiri tidak berasal dari keluarga berkecukupan. Ayah Dewa sudah meninggal sejak dirinya masih SMP dan Ibunya hanya pegawai negeri sipil yang mendekati masa pensiun. Kondisi membuatnya terbelit kesulitan keuangan untuk membiayai kuliah. Dewa pun berusaha mencari tambahan penghasilan pada kuliah dengan mengajar les privat dan mencucikan baju rekan-tekannya.

Akan tetapi, keterbatasan tidak menghalangi semangat berbagi yang dimiliki oleh Dewa. Ia mengaku terinspirasi oleh kegiatan Tanoto Foundation yang dijalankan oleh keluarga Sukanto Tanoto.

“Dengan beasiswa Tanoto Foundation, saya semakin tertantang untuk meningkatkan prestasi akademis saya. Di sisi lain, saya juga belajar konsep berbagi dari Tanoto Foundation dan menginspirasi saya untuk meneruskannya di masyarakat,” kata Dewa.

Saat ini Gemati sudah memiliki 72 orang tua asuh dan telah mendukung sekitar 114 anak asuh. Dewa pasti berharap kegiatannya bertambah besar agar bisa membantu orang lain lebih banyak.

Comments

Popular Posts