4 Jenis Obat Hipertensi


Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi umum di mana kekuatan jangka panjang dari darah terhadap dinding arteri cukup tinggi sehingga akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah yang mengalir di arteri. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit arteri maka semakin tinggi tekanan darah seseorang.

Namun dengan semakin majunya teknologi dalam dunia kedokteran, semakin banyak pula jenis pengobatan dan treatment yang tersedia untuk pasien hipertensi. Beberapa obat memiliki efek yang berbeda, yaitu alpha blocker dan beta blocker.

Efek obat dari hipertensi juga biasanya menyasar sistem saraf untuk memberitahukan otak supaya meningkatkan detak jantung dan mengecilkan arteri. Berikut adalah beberapa obat untuk hipertensi yang biasa digunakan di dunia kedokteran:

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Yang termasuk obat-obatan ini adalah lisinopril, benazepril, captopril dan lainnya, membantu merelaksasi pembuluh darah dengan menghalangi pembentukan kimia alami yang menyempitkan pembuluh darah dan memberi efek obat dari hipertensi. Orang dengan penyakit ginjal kronis dapat mengambil manfaat dari penggunaan inhibitor ACE sebagai salah satu pilihan obat untuk hipertensi.

Angiotensin II receptor blocker (ARB). Obat-obat ini membantu merelaksasi pembuluh darah dengan menghalangi aksi bukan formasi bahan kimia alami yang menyempitkan pembuluh darah. ARB termasuk candesartan, losartan, dan lainnya.

Calcium channel blockers. Obat-obatan ini membantu mengendurkan otot-otot pembuluh darah pasien, beberapa obat juga bekerja dengan memperlambat denyut jantung. Yang termasuk di kategori ini antara lain amlodipine, diltiazem, dan lainnya. Calcium channel blockers dapat bekerja lebih baik untuk pasien yang berumur lebih tua.

Thiazide diuretics. Diuretik, kadang-kadang disebut pil air, adalah obat yang bekerja pada ginjal pasien untuk membantu tubuh menghilangkan natrium dan air, mengurangi volume darah. Diuretik tiazid seringkali merupakan pilihan pertama, tetapi bukan satu-satunya, dalam obat tekanan darah tinggi. Diuretik tiazid termasuk chlorthalidone, hydrochlorothiazide.

Demikianlah empat tipe obat yang seringkali menjadi pilihan utama dari dokter dalam perawatan pasien dengan hipertensi. Setiap obat memiliki dampak yang berbeda, jadi pastikan anda untuk berkonsultasi dengan dokter yang tepat sebelum mengonsumsi obat untuk hipertensi.

Comments

Popular Posts