Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Kesombongan, Kebanggaan, dan Memberi Informasi

Status dari seorang teman di facebook sangat menggelitik saya untuk menulis tentang beda ketiga hal tersebut di judul artikel ini :

  • Kesombongan (Arrogant)
  • Kebanggaan (Proud)
  • Memberi informasi (Informing)

Dalam bahasa Inggris :

ar·ro·gant
adj.

1. Having or displaying a sense of overbearing self-worth or self-importance.
2. Marked by or arising from a feeling or assumption of one's superiority toward others: an arrogant contempt for the weak.



Proud
Proud(adjective) means feeling greatly honoured or pleased(proud to know him)



Informing
A speech act that conveys information


________________________________________


Dalam bahasa Indonesia :

Sombong
menghargai diri secara berlebihan;

Bangga
besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan)


Memberi Informasi
menerang-kan; memberitahukan



Ketiganya adalah hal yang berbeda. Penilaian seseorang tentang orang lain kadang dipengaruhi perasaan pribadi, dan ini bisa dengan mudah membuat interpretasi tiap kata menjadi salah.

Seperti misalnya orang yang memberi informasi tentang sesuatu hal ternyata dianggap sombong. Namun, cara bicara, intonasi, atau cara penulisan suatu informasi juga bisa merujuk pada kondisi orang yang bicara atau menuliskannya.

Maka, untuk menilai bagaimana kondisi internal dan perasaan si pembuat pernyataan kita harus benar-benar teliti, tidak langsung menghakimi.

Begitu juga dalam menyampaikan sesuatu, kita harus berhati-hati supaya penerima informasi tidak salah sangka terhadap kita.

Comments

Popular Posts