Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Kita Adalah Apa Yang Kita Lakukan, Bukan Hanya Yang Kita Pikirkan

Hari ini saya melihat status dari sebuah account majalah 3D Virtual World di Facebook, majalah ini berinisial IN, demikian bunyinya (saya copy paste) :

I simply hate those people who add others to their groups without their wish. It´s rude. In another words: F *** ***

Status ini langsung mendapat sanggahan dari salah satu "friend"nya, yang bunyinya (saya copy paste juga) :

FB makes that a default setting, it really isn't the users fault, most prefer to 'ask' but FB removed that option. is it a default setting for a 'magazine' to say FU though? ‎"It is an elegant and artistic magazine, which was created to add quality to the best ones we can already read in SL." are you sure?

Dari sanggahan ini, ada kalimat yg diberi tanda petik. Kalimat itu adalah slogan dari majalah tersebut. Jadi si teman dalam hal ini telah meragukan kredibilitas majalah ini karena adanya ketidakkonsistenan antara slogan dengan status dan cara bicara si pembuat status untuk majalah IN.

Seindah apapun slogannya, jika tidak diiringi perilaku yang konsisten dengan slogan itu, maka slogan itu akan seperti "tong kosong nyaring bunyinya", percuma saja diucapkan, ditulis, namun tidak sesuai kenyataan.

Pada beberapa orang malah kondisinya lebih parah, menjadi semacam "gajah di pelupuk mata tak nampak namun kuman di seberang lautan kelihatan".

Bagaimana slogan kehidupan telah mendarah daging dalam pribadi kita? Jika tidak, maka kejadiannya akan seperti majalah IN di atas, kita akan kehilangan kepercayaan dari orang lain.

Comments

Popular Posts