Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Jeans Bag

Ini adalah tas dari bahan celana jeans yang sudah tidak terpakai. Celana ini saya beli waktu badan saya masih ukuran XL (atau mungkin XXL ya???), kalau sekarang saya pakai pasti bisa bikin malu :D

Daripada bikin sempit lemari, bagian kakinya saya potong, lalu potongan itu dijadikan tali tas. Saya juga sedang beruntung menemukan kain biru motif kotak-kotak itu untuk lapisan dalamnya. Kalau tidak diberi lapisan dalam, akan tidak rapi karena akan tampak kain furing kantung celananya.

Setelah memotong kain kotak-kotak ini, ternyata masih ada sisa yang cukup untuk pita sebagai aksen ikat pinggang celana.

Nah, barang yang tadinya hanya menuh-menuhin lemari ini sekarang jadi pendamping saya ketika bepergian ^_^

Comments

Popular Posts