Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Gelitik Pagi Hari : Rombeng Komputer

Tadi pagi saya memanggil tukang rombeng, karena sebelumnya sudah dititipin suami untuk merombeng (=meloak) sebuah CPU komputer yang sudah rusak.

"Buk, saya mau rombeng ini," kata saya sambil nunjuk ke CPU tadi. CPU ini komplit dengan motherboardnya.

"Berapa Buk?" tanya saya.

"Oo... cuma kotaknya saja ya... kalau kotaknya saja ya Rp. 15.000 saja Buk, tapi kalau lengkap ada komputernya ya bisa Rp. 110.000 walaupun rusak," kata tukang rombeng.

Sampai batas ini sebetulnya saya tidak tahu apakah box CPU itu ada motherboardnya. Mendengar perkataan tukang rombeng itu saya pikir: jangan-jangan ini kotak ada isinya. Saya lalu cek bagian belakangnya... nah betul ada motherboardnya. Asyiiiik... bisa dapet duit lumayan niy...

"Ini ada komputernya Buk, ini dibelakang ini ada colokan-colokan warna-warni, ini tandanya kalau didalamnya isinya komplit, bisa dipakai," saya berusaha menjelaskan.

"Sebentar Buk," lanjut saya sambil bergegas masuk, karena ingin crosscheck dengan suami bahwa ini CPU memang tidak rusak. Nah ternyata benar, CPU ini tidak rusak, hanya ada bagian yang sobek tapi masih bisa dipakai.

"Iya Buk, ini tidak rusak, bisa dipakai. Jadi Rp. 110.000 ya..." kata saya.

"Wah kalau gini tidak bisa Buk, ini cuma Rp. 20.000 saja karena tidak ada komputernya."

Saya melongo, "Lho, ini kan ada Buk, komplit dan bisa dipakai."

"Iya, tapi kalau gini cuma Rp. 20.000 saja, karena tidak ada komputernya," si tukang rombeng tetep ngotot, tapi yang kali ini sambil memperagakan apa yang dia maksud dengan "komputer".

Daaan... OMG... yang dia maksud adalah monitor!! Ampun dey... jadi kalau ada monitornya walaupun rusak dia hargai Rp. 110.000....

Haduuuh... ini niy yang namanya kesenjangan pengetahuan dan bahasa, ketika si monitor dianggap lebih menarik daripada CPU!!

Lanjut si tukang rombeng : "Apalagi kalau ada yang kotak kecil itu bisa lebih mahal. Bisa Rp. 120.000..."

Kali ini yang dimaksud adalah keyboard komputer yang kalau beli baru pakai duit Rp. 25.000 aja sudah dapet!!

Hahahahaaaa.... jadi inilah humor dari keluarga kami pagi ini. Dipersembahkan oleh saya dan sahabat saya si ibu tukang rombeng.

Akhirnya si CPU saya lepas dengan Rp. 20.000 saja.


*Rombeng = Loak

Comments

Popular Posts