Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Memberi Tak Pernah Gagal

Kekayaan sejati didapat dari memberi. Semakin kita memberi semakin kaya kita. Namun memberi bantuan mengandung syarat, yaitu harus dengan ikhlas dan dengan hati lapang. Memberi yang seperti ini tidak akan membuat kita bangkrut atau jatuh miskin. Malah berlipat ganda. Tapi, memberi juga tidak boleh diiringi keinginan untuk menggandakan kekayaan.

Intinya, memberi diiringi dengan keinginan bahwa orang yang diberi bahagia dengan pemberiannya. Diiringi pula dengan harapan supaya barang yang diberikan itu berguna.

Walaupun terkadang niat tulus itu tidak diterima, kita tidak perlu berkecil hati dan berhenti memberi. Tetaplah peka pada kebutuhan orang lain supaya selalu terbuka juga kesempatan bagi kita untuk memberi, karena memberi itu sangat menyenangkan, berguna, dan memperkaya.

Kehidupan kitalah yang diperkaya, diperkaya dengan berbagai makna dan ucapan syukur serta kepuasan, inilah kekayaan yang sesungguhnya.

Comments

Popular Posts