Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Stop Is Life When You Have To Stop

Hari ini pekerjaan rumah saya selesai pukul 10.30, padahal biasanya 09.30 sudah selesai. Saya merasa memang ada yg aneh dengan diri saya, karena gerakan saya melambat, lebih lambat daripada biasanya. Entah kenapa. Tapi ini tidak membuat saya merasa kehilangan waktu. Saya belajar untuk tidak menyesali hari-hari, waktu demi waktu hanya karena waktu itu berjalan begitu saja dan saya bergerak mengikutinya dengan lambat. Saya berusaha memahami bahwa kadang tubuh saya berusaha melambatkan iramanya, dan ini saya pahami sebagai bentuk usaha tubuh untuk menjaga keseimbangan dan kesehatannya.

Tubuh yang terus menerus bergerak dengan cepat, membuat jantung berdetak dengan lebih cepat pula. Dan jika ini dilakukan tiap hari, jelas akan cepat lelah. Kelelahan adalah tanda bahwa tubuh sedang kelebihan beban. Bahkan truk pun kalau kelebihan beban akan mengalami kerusakan, begitu juga dengan tubuh kita. Sebelum tubuh mengalami kerusakan, ada baiknya dilakukan istirahat, melambatkan gerak, dan mulai recharge dengan makanan sehat alami.

Saya ingat suatu quote yang entah siapa penciptanya : "Stop is life when you have to stop." Saya pikir ini benar. Jangan sesali diri pribadi yang melambat, jangan tolak tiap sinyal untuk istirahat. Karena kita sangat dibutuhkan orang-orang sekitar kita, dan untuk berkarya bagi mereka kita harus sehat. Istirahat satu hari adalah lebih baik daripada menderita sakit satu minggu.

Comments

Popular Posts