Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Stop Is Life When You Have To Stop

Hari ini pekerjaan rumah saya selesai pukul 10.30, padahal biasanya 09.30 sudah selesai. Saya merasa memang ada yg aneh dengan diri saya, karena gerakan saya melambat, lebih lambat daripada biasanya. Entah kenapa. Tapi ini tidak membuat saya merasa kehilangan waktu. Saya belajar untuk tidak menyesali hari-hari, waktu demi waktu hanya karena waktu itu berjalan begitu saja dan saya bergerak mengikutinya dengan lambat. Saya berusaha memahami bahwa kadang tubuh saya berusaha melambatkan iramanya, dan ini saya pahami sebagai bentuk usaha tubuh untuk menjaga keseimbangan dan kesehatannya.

Tubuh yang terus menerus bergerak dengan cepat, membuat jantung berdetak dengan lebih cepat pula. Dan jika ini dilakukan tiap hari, jelas akan cepat lelah. Kelelahan adalah tanda bahwa tubuh sedang kelebihan beban. Bahkan truk pun kalau kelebihan beban akan mengalami kerusakan, begitu juga dengan tubuh kita. Sebelum tubuh mengalami kerusakan, ada baiknya dilakukan istirahat, melambatkan gerak, dan mulai recharge dengan makanan sehat alami.

Saya ingat suatu quote yang entah siapa penciptanya : "Stop is life when you have to stop." Saya pikir ini benar. Jangan sesali diri pribadi yang melambat, jangan tolak tiap sinyal untuk istirahat. Karena kita sangat dibutuhkan orang-orang sekitar kita, dan untuk berkarya bagi mereka kita harus sehat. Istirahat satu hari adalah lebih baik daripada menderita sakit satu minggu.

Comments

Popular Posts