Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Pinterest & Me


Pinterest (Pin Your Interest) sebenarnya adalah bentuk lain dari sistem bookmark online. Seperti halnya de.icio.us atau Live Binders. Tapi, Pinterest menggunakan image dari website yang ingin di bookmark. Image yang dipakai pun terpilih, yaitu yang ukuran pixel-nya mencukupi untuk ditampilkan di home Pinterest.

Pinterest sudah ada sejak sekitar 3 tahun lalu, waktu itu masih versi beta, dan saya join di Pinterest sudah 2 tahun ini. Baru-baru ini saja booming pengguna Pinterest di Indonesia.

Pinterest juga menggabungkan fungsi bookmark dengan fungsi jaringan sosial, dimana member bisa saling follow, seperti Twitter. Sistem followingnya juga satu arah seperti Twitter, tidak 2 arah seperti Facebook. Jadi kita bisa di-follow seseorang tanpa harus follow orang itu.

Pinterest bagi saya adalah kumpulan ide berkreasi, karena penampilan visualnya sangat menonjol. Dalam membuat pin dan browsing, saya memilih hanya topik-topik seputar ide crafting, fotografi, fashion, accessories, resep, dan ide penataan rumah. Saya tidak pin pada ide-ide edukasi, ide-ide politik, ide-ide motivasi, dan ide-ide lain. Karena ide-ide yang saya sebutkan itu harus dibaca, tidak bisa hanya dipandang saja. Sedangkan ketika akses account Pinterest, saya merasa bahwa saya sedang rekreasi visual ... hehehehe.... dengan alasan ini pula saya tidak sembarangan follow semua orang yang follow saya di Pinterest. Saya lihat dulu interest-nya dia, kalau sesuai dengan tujuan saya "rekreasi visual", dan bisa memuaskan rekreasi visual itu, maka saya follow dia juga. Saya selektif di sini.

Itulah keunggulan Pinterest bagi orang visual seperti saya.

Comments

Popular Posts