Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Pinterest & Me


Pinterest (Pin Your Interest) sebenarnya adalah bentuk lain dari sistem bookmark online. Seperti halnya de.icio.us atau Live Binders. Tapi, Pinterest menggunakan image dari website yang ingin di bookmark. Image yang dipakai pun terpilih, yaitu yang ukuran pixel-nya mencukupi untuk ditampilkan di home Pinterest.

Pinterest sudah ada sejak sekitar 3 tahun lalu, waktu itu masih versi beta, dan saya join di Pinterest sudah 2 tahun ini. Baru-baru ini saja booming pengguna Pinterest di Indonesia.

Pinterest juga menggabungkan fungsi bookmark dengan fungsi jaringan sosial, dimana member bisa saling follow, seperti Twitter. Sistem followingnya juga satu arah seperti Twitter, tidak 2 arah seperti Facebook. Jadi kita bisa di-follow seseorang tanpa harus follow orang itu.

Pinterest bagi saya adalah kumpulan ide berkreasi, karena penampilan visualnya sangat menonjol. Dalam membuat pin dan browsing, saya memilih hanya topik-topik seputar ide crafting, fotografi, fashion, accessories, resep, dan ide penataan rumah. Saya tidak pin pada ide-ide edukasi, ide-ide politik, ide-ide motivasi, dan ide-ide lain. Karena ide-ide yang saya sebutkan itu harus dibaca, tidak bisa hanya dipandang saja. Sedangkan ketika akses account Pinterest, saya merasa bahwa saya sedang rekreasi visual ... hehehehe.... dengan alasan ini pula saya tidak sembarangan follow semua orang yang follow saya di Pinterest. Saya lihat dulu interest-nya dia, kalau sesuai dengan tujuan saya "rekreasi visual", dan bisa memuaskan rekreasi visual itu, maka saya follow dia juga. Saya selektif di sini.

Itulah keunggulan Pinterest bagi orang visual seperti saya.

Comments

Popular Posts