Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Babak Baru Dari Proses Belajar

Perjalanan home education kami memasuki tahap jenuh. Paling tidak, itulah yang dirasakan anak saya. Jenuh belajar bersama saya.

Memang dia tidak langsung mengatakan, "Aku jenuh belajar bersama mami." Dia hanya mengatakan, "Aku ingin belajar bersama papi." Konteks belajar dalam paragraf ini adalah belajar akademis.

Dalam dunia belajar home education, belajar itu tumbuh dari rasa membutuhkan. Dan ketika anak saya mengatakan kalimat di atas, saya terjemahkan bahwa dia butuh belajar bersama papinya. Ok, kalau begitu harus ada pengaturan waktu yang baru, karena suami saya adalah pekerja kantoran.

Jadi, sejarang, anak saya belajar akademis di malam hari. Sedangkan pagi hingga sore dengan waktu aktif yang panjang itu, anak akan belajar hands-on learning dengan saya, yaitu segala pelajaran yang sifatnya ptaktek.

Misalnya prakarya, science sederhana, membuat kue, belajar dari games online, menggambar, reading, dan membuat karya tulis.

Dua hari ini kami masih isi dengan cooking class. Dari cooking class ini kami sebenarnya lebih dari sekedar memasak. Kami juga belajar matematika dan science. Konsep timbangan ukuran dan satua terintegrasi dalam kegiatan memasak. Reaksi antara ragi, tepung, protein, dan panas juga kami pelajari.
Inilah babak baru proses belajar kami.

Comments

Popular Posts