Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Menjadi Orang Tua Asuh

Terhitung sejak hari ini, saya menjadi orang tua asuh bagi seorang anak tak mampu dari Godean, Sleman, Jogjakarta.

Sebenarnya pengajuannya sudah sejak kemarin, tapi baru hari ini mendapat konfirmasi. Proses ini tergolong cepat, karena lembaga yang mengurusnya sudah berpengalaman 10 tahun, dan hebatnya, mereka sudah menerapkan sistem online, sehingga walaupun antara saya dan anak asuh saya terpisah jarak satu provinsi jauhnya, itu tidak masalah, semua urusan bisa ditangani dengan cepat.

Menyelidiki
Suami saya bukanlah orang yang gegabah soal penyaluran dana walau hanya sedikit. Setelah mendengar tentang niat saya untuk mengangkat anak asuh, dia melakukan penyelidikan terhadap nama-nama pengurusnya. Dia mendapati nama-nama tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Oiya, pengurus dari lembaga ini adalah para Romo dan awam Katholik, namun walaupun begitu, mereka tidak hanya melayani anak-anak Katholik. Mereka melayani anak-anak dari berbagai latar belakang agama dan suku bangsa.

My Feeling?
Tentu saja excitet! Senang bercampur haru, dan ada rasa ingin tahu yang besar tentang kondisi anak asuh saya yang sebenarnya. Tampaknya, dalam tahun 2013 saya akan melakukan perjalanan ke Jogja untuk mengunjunginya, mengakrabkan diri dengannya, dan melihat kalau-kalau dia membutuhkan bantuan lain.

Inginnya, saya tidak berhenti hanya satu anak ini. Inginnya, ada anak lain yang bisa saya bantu. Inginnya membuat diri ini lebih bermanfaat. Semoga bisa!

Comments

Popular Posts