Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Yes, I'm A Proud Mom!

Memandang wajahnya, melihat tingkahnya. Dia tak seperti anak kebanyakan. Dia unik, tidak seragam. Hasrat bermainnya sangat besar. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain. Ya, dunianya sangat indah.

Dia bisa belajar apapun yang dia mau tanpa dibatasi waktu. Ada beberapa pelajaran yang memang harus dia pelajari. Tapi tak seperti anak kebanyakan, dia hanya membutuhkan waktu belajar formal itu hanya sekitar 3-4 jam sehari walaupun dia sudah umur 8 tahun.

Hebatnya, dia sudah bekerja! Tidak muluk-muluk, hanya kerja membuatkan kopi untuk orang tuanya. Tapi dari situ dia mendapat uang. Ya, seperti anak pada umumnya, dia pakai uang itu untuk membeli mainan atau makanan-minuman pilihannya.

Belajar, bekerja, dan melayani adalah 3 dasar dalam proses belajarnya. Hari ini, dia membuat sebuah keputusan yang mengagumkan! Dia mau melayani sesamanya, dengan cara menjadi kakak asuh. Dia membiayai keperluan sekolah adik asuhnya melalui kerjanya berjualan kopi! Anak 8 tahun, bisa memiliki inisiatif ini? Hebat ya... Saya juga kagum dengan kerelaannya memutus mata rantai kepuasannya pribadi, dia mau berbagi!

Hari ini, dia memilih adik asuhnya, dari Madiun. Anak SD kelas 1, anak seorang guru dengan gaji yang minim. Seorang anak yang 2 tahun lebih muda daripadanya. Sebagai orang tuanya, saya sangat bangga, karena dia bisa memilih, bukan yang menyenangkan, tapi yang baik.

Tuhan memberkati hidupmu, Nak!

Comments

Popular Posts