Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Nyanyian Jiwa (Book Review)

Buku puisi. Wow... tak terpikir bahwa saya akan membuka sebuah buku puisi! Sejak dulu saya tak suka puisi. Tiap kali saya mendengar atau membaca kata puisi, yang muncul pertama kali dalam pikiran saya adalah : barisan kata-kata bermakna kesedihan. Saya tak suka segala tulisan yang mengandung makna kesedihan. Bagi saya, sebuah bacaan itu harus menghibur dan mengisi otak saya dengan pengetahuan, bukan kesedihan. OK, saya kedengaran egois ya... no problem, semua orang punya preferensinya masing-masing, dan inilah preferensi saya.

Suatu ketika, saya membuka facebook, saya mendapat kabar bahwa seorang teman saya membuat buku, BUKU PUISI! Why puisi?? Itulah yang ada dalam benak saya. Tapi pada waktu itu ada sebuah pemikiran lain, saya mau buka pikiran saya untuk menikmati tulisan teman saya ini, saya mau sedikit memahami pemikirannya melalui tulisannya.

Ternyata, setelah membaca buku setebal 107 halaman ini, saya mendapati isinya persis dengan sosok penulisnya! Seseorang yang akrab, kritis, dan humoris! Di bawah ini adalah salah satu puisinya yang menurut saya mengandung humor :


Well, meskipun begitu, ada bagian-bagian yang membuat saya sangat terharu. Beberapa puisi yang benar-benar menunjukkan posisi seorang Alfiyah sebagai istri, kesayangan almarhum suaminya, dan posisinya sebagai anak, juga sebagai ibu dari anak-anaknya. Benar-benar menyentuh dan bisa menjadi nyata melalui tulisan yang berkata jujur, tidak idealis.

Buku puisi ini tidak terkesan berat, seperti buku puisi yang dulu-dulu pernah saya baca, hingga membuat saya menolak baca puisi. Tulisannya sangat ringan, mudah dicerna oleh quick reader seperti saya, namun tetap berada dalam koridor puisi yang menarik. Semoga buku-buku Alfiyah selanjutnya tetap mencerminkan pribadi penulis seperti saat ini, tidak terlalu idealis, tetap jujur dan ringan, sehingga seorang ibu rumah tangga seperti saya tetap bisa menikmati karya puisi yang indah. 

Comments

Popular Posts