Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Belajaaaar... Belajaaaar... Tak Ada Berhentinya

Di usia saya, yg sudah nggawil mau masuk kepala 4 ini, ternyata saya masih mampu untuk belajar hal baru. Saya belajar Drupal! Ini adalah sebuah CMS dan adalah dunia yang baru buat saya.

Selama ini saya menggeluti Joomla saja. Drupal itu di luar pemikiran saya. Sebenarnya, saya punya posisi yang menguntungkan, karena saya terlebih dahulu menguasai Joomla. Antara Joomla dan Drupal, itu tidak bisa dibandingkan. Tapi secara hierarki, Joomla itu lebih ribet dan kompleks, karena dia adalah suatu sistem yang lengkap. Sedangkan Drupal adalah sistem yang lebih sederhana.

Dulu, saya belajar Joomla juga secara otodidak, namun, ada suami saya yang sedikit banyak sudah paham tentang Joomla. Sedangkan dalam belajar Drupal ini saya melalukannya seorang diri saja! Saya hanya mengandalkan forum-forum diskusi tentang Drupal. Apalagi yang saya pelajari sebenarnya bukan tingkat dasar lagi. Saya belajar untuk membuat website marketplace berbasis Drupal!

Wah, tentu ini pengalaman yang membuat saya sangat excitet. Ternyata, kemampuan belajar berbanding lurus dengan kemauan belajar, dan tidak berbanding dengan tingkat usia! Jadi... Tidak alasan : "terlalu tua untuk belajar" itu sudah terbukti tidak laku!

Mari mengembangkan kemauan belajar.

Comments

Popular Posts