Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Ahayyy... Saya Jadi Pedagang Kaki Lima! (PKL)

Stand kaki lima kami

Resmi sejak April 2013, sejak bergabung dengan Pasar Handmade, saya menjadi pedagang kaki lima atau yang biasa disingkat PKL. Iya... pedagang kaki lima yang itu... yang sering digusur, yang sering sikut-sikutan dengan sesama pedagang, yang dagangannya ditawar sama pembeli, hahahaha....

Mungkin bagi beberapa teman ini adalah hal yang memalukan dan gak kebayang untuk dilakukan. Tapi, bagi beberapa orang yang lain, tindakan ini bisa menjadi inspirasi yang menyemangati. Terbukti dari adanya peniru-peniru konsep hingga nama pasar kami... fiuh! Itulah kehidupan!

Menyenangkan! Itulah yang saya rasakan, walaupun memang ada rasa lelah. Saya senang dengan situasinya, semangatnya, pertemanannya, displaynya, dan berbagai situasi pendukung lain, selain tentang keuntungan keuangan yang didapat.

Setiap kali kami ber-CarShop (istilah kami sebagai pedagang kaki lima), selalu ada teman yang mengunjungi. Teman sehobi, dengan pertemanan yang tulus dan menyenangkan. Mereka selalu menebar semangat. Tidak hanya itu, mereka juga datang membawakan kue, minuman, dan sebagainya. Kami pun selalu sharing berbagai hal dalam suasana yang menyenangkan. Kehangatan pertemanan inilah yang sulit ditemukan dalam gaya bisnis yang lain.

Menjelang Ramadhan, kami gencar berjualan kaki lima. Seringnya di area Perumahan Taman Pinang Sidoarjo, tepatnya di depan resto Qen-di. Di tempat inilah saya benar-benar merasakan diri sebagai seorang PKL, karena posisi kami yang tepat di pinggir jalan. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, ketika kami ambil posisi di Taman Bungkul Surabaya dan di GOR Sidoarjo, kedua tempat ini memiliki area yang tidak tepat di pinggir jalan biasa.

Benar-benar suatu pengalaman baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Pengalaman berharga yang ingin saya ulang again and again ... hehehe ... selain itu saya juga bisa membantu para crafter untuk mengangkat kreativitas mereka di masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang akan makin menyukai handmade.

Saya benar-benar bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini. Benar-benar tak terbayang, karena ini sebuah jenis pekerjaan yang jarang bisa diterima oleh orang-orang dengan kondisi seperti saya. Bahkan cenderung direndahkan. Saran saya, sebelum merendahkan suatu jenis pekerjaan yang halal, selidiki dulu, jalani dulu. Hati yang riang gembira adalah sebuah kekuatan, hati yang penuh gerutuan adalah sumber dari banyak penyakit!

Comments

  1. Sis... bole tanya?? Jualan d taman pinang itu sistemnya gimana y?? Mksdnya utk tempat siapa cepat dia dapat, atau ada yg mengatur?? Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di beberapa spot ada yang mengatur, terutama spot2 yg dianggap strategis. Tapi spot yg lain sistemnya siapa cepat dia dapat.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts