Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Diet? Duh!

Saat ini.... saya harus menjalani diet. Bukan diet penurunan berat badan looooh.... Diet diabetes! Asoy gilak!

Bayangiiin.... saya yang dulunya adalah penikmati segala makanan... saya yang dulunya jagoan menerjemahkan bumbu masak dalam suatu makanan... sekarang jadi terbatas! Gak bisa lagi asal comot makanan baru trus dicicipin. Sekarang harus mikir dulu: ini banyak gulanya atau nggak yaaaa??? Jriiiyeeeng! Itulah kenyataannya.

Berat, benar-benar berat. Saya bukan orang yang rakus makan, saya bukan orang yang harus makan banyak. Saya hanyalah penikmat segala rasa masakan. Pengalaman merasa itu bagi saya adalah sebuah "surga" dunia. Ketika saya bisa memaknai taste suatu karya kuliner... Duh tiba-tiba saya kok merasa super lebay gini??!

Okelah yang jelas diet ini sangat berat. Lebih mudah diet menurunkan berat badan daripada diet yang harus membatasi taste, membatasi rasa.

Tapi... ada baiknya juga sih. Misalnya ketika minum teh, maka berbagai aroma teh bisa saya rasakan dengan sangat baik karena tanpa melibatkan gula. Begitu juga ketika minum jus buah, saya bisa merasakan rasa buah yang asli tanpa interupsi dari si butiran putih.

Baeklah, kembali ke urusan diet. Sekarang prioritas pemikiran saya adalah hidup sehat lebih lama untuk mendampingi keluarga. Apalagi saya tidak mau meminum obat-obatan jika tidak benar-benar terpaksa. Karena obat itu adalah racun bagi tubuh manusia. Jadi satu hal yang harus saya lakukan adalah diet. benar-benar menjaga makanan. Dengan begini pun saya masih bisa nge-taste kok... beli aja makanan apapun dengan berunding bersama suami...
incipin sesendok...
rasakan...
nikmati...
hayati...
Lalu berikan yang seporsi sisanya pada suami... kik kik kik...

Udah ah lebaynya!

Comments

Popular Posts