Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Eksperimen Hidroponik Rumahan - Kedua, Tentang Wadah

Saya bukan orang yang berlebihan uang sehingga bisa dengan mudahnya membeli wadah, apalagi sarana hidroponik seperti NFT sistem, dan sebagainya. Itu sebabnya saya ingin memulai eksperimen hidroponik rumahan ini. Saya percaya ada banyak orang yang ingin bercocok tanam sendiri tapi memiliki keterbatasan sumber daya, material, dan keuangan.

Untuk wadah tanaman, saya pergunakan cup puding bekas pakai. Saya tidak memakai netpot, alasan saya: di toko tanaman dekat rumah tidak dijual netpot, selain itu netpot harus membeli, duit saya tidak sebanyak tanaman yang ingin saya budidayakan. Kalau cup puding itu kan banyak, bisa minta dari tetangga yang punya anak kecil, mereka pasti punya, hehehe... inilah penampakan lubang-lubang dan sumbu yang saya buat pada cup puding:


Saya buat lubang memanjang sekitar 3 x 20 mm di empat sisi cup, dan di dasar cup sebagai tempat keluarnya sumbu (wick). Sumbu saya buat dari perca flanel berukuran sekitar 2 x 15 cm. Untuk ukuran ini tidak perlu dibuat patokan, sesuaikan saja dengan wadah yang hendak dipakai. Akar tanaman nantinya akan keluar dari lubang sumbu ini dan menempel pada sumbunya.

Untuk wadah air nutrisi saya pakai baki besar di dasarnya, dan wadah pembenihan untuk menyangga cup-cup. Ini penampakannya:


Yang berwarna hijau di bawah itu adalah baki besar, sedangkan yang hitam adalah wadah pembenihan. Oiya, saya pakai mosspeat untuk media tanamnya, karena tidak tersedia rockwool di dekat rumah saya, payah ya... :( ... tapi mosspeat bisa juga kok untuk hidroponik.

Makin ke sini saya menemukan bahwa sistem wadah yang airnya terbuka seperti ini kurang menguntungkan untuk hidroponik di daerah panas sepanas Sidoarjo... nantikan tulisan saya selanjutnya tentang keganasan panas Sidoarjo!

Comments

Popular Posts