Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Harap-harap Cemas Dengan Apartemen Novotel Surabaya


Judulnya bener kok... gimana gak harap-harap cemas...? Waktu memilih apartemen Novotel Surabaya sebagai tempat tujuan, kami melihat foto-fotonya di website third party yang memang khusus menyediakan layanan booking hotel. Foto ruangannya indah, tampak mewah dan luas. Harganya pun memikat. Tanpa tolah toleh kanan-kiri kami pun melakukan booking. Done! Beres tanpa kesulitan berarti.



Lalu esoknya, karena nganggur, saya browsing tentang apartemen Novotel Surabaya, ketemulah saya dengan yang namanya review dari pengunjung-pengunjung sebelumnya. Oh-em-ji! Foto-foto yang tersaji dalam review tersebut sungguh... sungguh... sungguh apa ya... duh pokoknya saya panik banget waktu itu! Foto-foto yang tersaji sama sekali tak menampakkan sebuah apartemen yang layak untuk harga hampir sejuta rupiah itu! Lebih layak disebut sebagai rusun dah! Kalau pingin tahu browsing aja sendiri dengan kata kunci: apartemen Novotel Surabaya, dan saksikan foto-fotonya yang jauh dari harapan.



Ya sudahlah... nasib orang gak teliti. Seharusnya ketika memilih hotel atau apartemen, bacalah dulu review tentangnya, setelah itu baru dibayar pesanannya kalau memang dirasa pas sesuai keinginan. Tapi, dengan segala keterlanjuran ini saya berusaha positive thinking, dengan memikirkan: semoga dapat room yang gak rusuh-rusuh amat seperti di foto-foto.




Waktu check in pun tiba. Suami saya minta masuk duluan supaya saya gak kaget-kaget amat. Pintu dibuka dan ternyata bedaaaaaa...... legaaaaa...... yah foto-foto room saya bisa dilihat di postingan ini. Bahkan anak saya sampai sekarang kalau ditanya mau nginep hotel mana? Jawabnya: apartemen Novotel. Hehehee.... padahal kalau pun nginep sana lagi belum tentu dapat room yang sama dengan yang kami tempati ini. Room-nya bersih, tidak ada kesan gelap, juga tidak ada plafon yang tampak bocor. Berbagai kran di kamar mandi juga berfungsi dengan baik. Kitchen sink bersih, kompor berfungsi dengan baik, kulkas juga. View bagus, ke arah kolam renang dan taman. Ada balcon, sehingga kita bisa menikmati udara luar, tidak terkurung dalam udara ber-AC. Layanan room service juga ok, cepat tanggap.



Tentang makanan... sip! Saya pesan barbeque chicken pizza untuk makan malam kami, juga set American breakfast untuk sarapan in room, karena paket hotel yang kami pesan tidak include sarapan. American breakfast-nya sih standard, sosis goreng, kentang goreng, roti, mentega. Pizza-nya aroma italiano... yummy! Untuk yang terbiasa pizza tebel ala Indonesia kemungkinan akan merasa gak kenyang makan pizza ini.



Karena kami menginap di apartemen, tentu kami gak mau rugi. Kami membeli bahan makanan dan masak sendiri di apartemen. Memanfaatkan alat dapur yang tersedia. Oiya, ukuran ruangannya lumayan luas. Cukup dah kalau mau rombongan sekitar 8-10 orang, asalkan membawa alas tidur sendiri, atau tambah extra bed. Ada satu hal yang kami sayangkan, waktu booking kami memilih bed yang king size, tapi dapatnya single bed yang dipepetin, lalu ditutupin bed cover jadi seolah-olah king size bed! Karena kami bertiga, rasanya jadi gak enak banget yang tidur di tengah (saya). Punggung jadi agak sakit ketika bangun karena tidurnya gak berani gerak-gerak takut bed-nya bergeser lalu saya jatuh.

Kalau dinilai berdasarkan angka review:
Room : 7/10 (gegara urusan "king size bed" palsu, bagaimanapun kenyamanan tidur itu di atas segalanya....)
Food : 8/10
Service : 9/10

Comments

Popular Posts