Skip to main content

Featured

Procrastination

PERHATIAN:  Tulisan ini hanya untuk dibaca oleh orang-orang yang sudah dewasa. TIDAK untuk dibaca anak-anak atau orang dewasa yang belum punya kedewasaan pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  ========================== Hadirin pada pertemuan German Association of Arts and Sciences tahun 1875 dikejutkan oleh atraksi dua orang pria yang meminum arsenic dengan dosis yang dianggap cukup mematikan. Tahu kan apa itu arsenic? Masih ingat kan berita tentang kopi arsenic Mirna dan jus jeruk Alm. Munir yang mengandung arsenic? Dari kedua berita ini kita tahu bahwa arsenic sangat mematikan.  Apa yang terjadi pada kedua pria yang meminum arsenic dalam meeting itu? Apa mereka meninggal dengan tragis? Hari berikutnya dalam meeting yang sama, mereka hadir dengan kondisi sehat dan senyum ceria! KOK BISA? “Pasti mereka punya penawarnya!” begitu kan pikiran Anda? Tidak, mereka tidak punya penawarnya.  Lama sebelum meeting itu diadakan, kedua pria itu telah

Tanggung Jawab Dan Komitmen Mendidik


Tetiba mendapatkan amanah! Tidak tanggung-tanggung: amanah membesarkan seorang anak. Itulah Yusuf, ayah duniawi bagi Yesus.

Jika suatu pernikahan telah direncanakan, lalu merencanakan pula memiliki anak, tentu tanggung jawab yang dipikul juga sudah direncanakan. Tapi tidak dengan Yusuf, dia memang sudah bertunangan dengan Maria, namun belum menikahinya. Dia secara patuh mengiyakan dan menyanggupi tanggung jawab mendidik dan membiayai hidup seorang anak yang bukan anak kandungnya. Bahkan lebih dari itu, dia mendidiknya dengan baik.

Kalau kita mendapat suatu tanggung jawab untuk mengadakan proyek besar dengan jangka waktu lama, apa yang kita perhitungkan dulu? Kesanggupan keuangan dan waktu kita, juga keuntungan yang kita dapat.

Itu kalau proyek yang pastinya ada profit. namun, bagaimana kalau itu adalah proyek non profit yang akan menguras tenaga dan emosi sepanjang hari? Ya itulah yang terjadi dalam mendidik dan mendampingi seorang anak. Ini proyek seumur hidup!

Tapi Yusuf menyanggupinya! ada kepatuhan dan komitmen untuk bertanggung jawab. kedua sifat ini sudah kehilangan penganut akhir-akhir ini dimasyarakat kita. Begitu mudahnya orang menghindari tanggung jawabnya. Begitu mudahnya orang kehilangan komitmen dalam mendidik anak. Padahal itu anak kandungnya sendiri.

Dengan kondisi ini, generasi lanjutan juga yang akan jadi korbannya. Padahal, ketika kita mendidik anak, kita sedang mempersiapkan sebuah generasi penjaga nilai-nilai moral. Dan ketika kita menghindarinya, maka yang terancam adalah moralitas generasi anak-anak kita. Apakah itu punya dampak langsung dalam kehidupan kita? Ya! kita akan menjalani masa tua penuh penyiksaan dan hati yg tersakiti oleh manusia generasi anak-anak kita. mengerikan! Padahal kebanyakan dari kita berharap menjalani masa tua penuh ketenangan.

Belajarlah dari Yusuf tentang tanggung jawab dan komitmennya dalam mendidik Yesus. Yesus bukanlah anak kandungnya. tapi Yusuf telah menjadi bapak yang penuh kasih dan tanggung jawab dalam mendidiknya. Mari!

Comments

Popular Posts