Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!


Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun.

Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan. 

Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dilakukan serta mulia. Kami tidak memandangnya demikian. Sudut pandang saya tentang games adalah bahwa ada banyak orang di luar sana yang menjadikan games sebagai profesi yang mendatangkan uang, sebagai pekerjaan!

Di lain sisi, games bagi anak saya adalah seperti sebuah olah otak. Dalam games yang dia mainkan dia berlatih memikirkan bagaimana dia bisa struggle, menganalisa masalah yang ada, dan dia juga berpikir bagaimana cara mengembangkan logistiknya. Dari sini saya melihat bahwa games bukanlah sesuatu yang harus dilarang sampai marah-marah, kecuali dia menjadi gameaholic yang tak bisa berhenti sendiri. Pada kenyataannya anak saya bisa berhenti sendiri karena pembiasaan disiplin sejak kecil. Gameaholic, workaholic, semua itu tidak baik seperti layaknya perokok yang tidak bisa berhenti meracuni paru-parunya dan paru-paru orang di sekitarnya.

Sebagai catatan, games yang dimainkan anak saya bukan pada HP tetap pada komputer, yang kontennya jauh lebih kompleks. Ini juga bahan pertimbangan lain sehingga saya izinkan dia untuk tetap bermain games.

Satu hal lain yang ingin saya beri penekanan di sini adalah tentang passion! Inilah yang menggerakkan kami berdua hingga bisa bangun di pagi hari dan bersemangat melanjutkan aktivitas. Passion anak saya pada games, dan saya pada pekerjaan. Passion yang menggerakkan kami berdua adalah sama. Tidak beda. Passion ini bagus untuk dipelihara sehingga setiap hari kami bangun pagi dengan penuh semangat, tidak bermalas-malasan, apalagi dengan ketakutan menghadapi permasalahan. 

Ketika malam hari dalam doa malam kami serahkan segala permasalahan pada tangan Tuhan yang perkasa, sehingga pada bangun pagi, rasa takut tak ada lagi, melainkan semangat untuk menjadi lebih baik di hari yang baru. Kita perlu bangun pagi bukan karena rutinitas, tapi karena semangat! 

Comments

  1. Keren Ce, aku paling susah bangun pagi. Belum menemukan cara untuk bangun pagi dengan semangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dicoba caraku ini: malam hari serahkan semua beban hidup ke tangan Tuhan, lalu set pikiran bahwa "saya akan bangun dengan semangat di pagi hari pukul 4" ulangi ini sekitar 2-3 kali. Lalu tidur. Lihat besoknya gimana.

      Delete
  2. Aku juga suka bangun pagi, sudah habit jadi automatically bangun

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts