Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Kesombongan, Kebanggaan, dan Memberi Informasi

Status dari seorang teman di facebook sangat menggelitik saya untuk menulis tentang beda ketiga hal tersebut di judul artikel ini :

  • Kesombongan (Arrogant)
  • Kebanggaan (Proud)
  • Memberi informasi (Informing)

Dalam bahasa Inggris :

ar·ro·gant
adj.

1. Having or displaying a sense of overbearing self-worth or self-importance.
2. Marked by or arising from a feeling or assumption of one's superiority toward others: an arrogant contempt for the weak.



Proud
Proud(adjective) means feeling greatly honoured or pleased(proud to know him)



Informing
A speech act that conveys information


________________________________________


Dalam bahasa Indonesia :

Sombong
menghargai diri secara berlebihan;

Bangga
besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan)


Memberi Informasi
menerang-kan; memberitahukan



Ketiganya adalah hal yang berbeda. Penilaian seseorang tentang orang lain kadang dipengaruhi perasaan pribadi, dan ini bisa dengan mudah membuat interpretasi tiap kata menjadi salah.

Seperti misalnya orang yang memberi informasi tentang sesuatu hal ternyata dianggap sombong. Namun, cara bicara, intonasi, atau cara penulisan suatu informasi juga bisa merujuk pada kondisi orang yang bicara atau menuliskannya.

Maka, untuk menilai bagaimana kondisi internal dan perasaan si pembuat pernyataan kita harus benar-benar teliti, tidak langsung menghakimi.

Begitu juga dalam menyampaikan sesuatu, kita harus berhati-hati supaya penerima informasi tidak salah sangka terhadap kita.

Comments

Popular Posts