Skip to main content

Featured

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!

Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun. Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan.  Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games ! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dila

Kesombongan, Kebanggaan, dan Memberi Informasi

Status dari seorang teman di facebook sangat menggelitik saya untuk menulis tentang beda ketiga hal tersebut di judul artikel ini :

  • Kesombongan (Arrogant)
  • Kebanggaan (Proud)
  • Memberi informasi (Informing)

Dalam bahasa Inggris :

ar·ro·gant
adj.

1. Having or displaying a sense of overbearing self-worth or self-importance.
2. Marked by or arising from a feeling or assumption of one's superiority toward others: an arrogant contempt for the weak.



Proud
Proud(adjective) means feeling greatly honoured or pleased(proud to know him)



Informing
A speech act that conveys information


________________________________________


Dalam bahasa Indonesia :

Sombong
menghargai diri secara berlebihan;

Bangga
besar hati; merasa gagah (krn mempunyai keunggulan)


Memberi Informasi
menerang-kan; memberitahukan



Ketiganya adalah hal yang berbeda. Penilaian seseorang tentang orang lain kadang dipengaruhi perasaan pribadi, dan ini bisa dengan mudah membuat interpretasi tiap kata menjadi salah.

Seperti misalnya orang yang memberi informasi tentang sesuatu hal ternyata dianggap sombong. Namun, cara bicara, intonasi, atau cara penulisan suatu informasi juga bisa merujuk pada kondisi orang yang bicara atau menuliskannya.

Maka, untuk menilai bagaimana kondisi internal dan perasaan si pembuat pernyataan kita harus benar-benar teliti, tidak langsung menghakimi.

Begitu juga dalam menyampaikan sesuatu, kita harus berhati-hati supaya penerima informasi tidak salah sangka terhadap kita.

Comments

Popular Posts