Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Mengajar di 3D Virtual World - Faktor-faktor Di Luar Teori Kelas

Mengajar bulding 3D di virtual world ternyata tidak sekedar mengajar teori dan praktek building itu sendiri! Tidak seperti mengajar dengan bertatap muka langsung, ada berbagai keahlian lain yang harus dipahami tutor, antara lain :

1. Karena ada berbagai favoritisasi siswa dalam penggunaan viewer 3D virtual world, maka tutor harus memahami perbedaan tombol-tombol dan fungsi-fungsi pada viewer yang berbeda (beberapa viewer yang saya ketahui : SL Viewer V2, Imprudence, Hippo Open Sim, Phoenix, dan Onrez).

2. Faktor koneksi internet juga berpengaruh. Tutor harus paham bahwa suatu kesalahan siswa terjadi karena koneksi yang lambat, bukan karena kesalahan siswa dalam menerapkan teori yang diberikan.

3. Faktor lingkungan sim/grid tempat belajar itu sendiri. Jika suatu sim telah sangat berat bebannya, misalnya sudah penuh dengan script-script yang berat, atau banyak yang menggunakan megaprim, maka sim atau bahkan grid tersebut akan mengalami lag yang cukup berat, ini akan memperlambat proses building, bahkan obrolan antara tutor dan siswa (istilahnya : chat lag).

Ketiga hal tersebut harus dipertimbangkan ketika hendak mengajar di 3D virtual world, supaya tak terjadi kesenjangan antara tutor dan siswa, bahkan pertentangan yang bisa timbul karena kondisi tersebut di atas.

Tulisan pendek ini saya buat berdasarkan pengalaman mengajar di Learn Avatar - Second Life, di SLED Indonesia - Second Life, dan di sim Klub Sinau di Kitely - Virtual World On Demand.

Comments

Popular Posts