Dilema Pergaulan di Facebook

Saya sampai pada suatu kesadaran bahwa Facebook (saya tidak menyebut jejaring sosial yang lain, karena jenis yang lain seperti twitter tidak sama interfacenya dengan fb) itu seperti rumah, sekolah, kantor.

Facebook memiliki fitur : akun pribadi, groups, dan page.

Sebagai akun pribadi, facebook saya umpamakan seperti rumah. Sebagai groups, fb seumpama sekolah (=school= http://sethgodin.typepad.com/seths_blog/2009/01/super-bowl-laziness.html). Sebagai page, fb seperti kantor/showroom.

Kesadaran ini mulai timbul setelah saya membuat status di akun pribadi yang sedikit nyleneh, tidak indah, tidak jaga image, tidak menyenangkan, bahkan aneh bagi sebagian teman fb saya. Dari komentar-komentar mereka saya akhirnya tahu bahwa yang mereka harapkan dari add friend saya itu adalah tulisan-tulisan yang indah dan menginspirasi saja. Mereka tdak menginginkan sisi pribadi yang lain, yaitu yang lugas, tajam mengkritik, apalagi yang disajikan dengan bahasa yang tidak mendayu-dayu.

Terus terang saya tidak menyukai kondisi ini. Ketika anda menyukai seseorang karena tulisannya, mengapa anda tidak berterima kasih dengan memberikan penghargaan pada sisi pribadi yang lain? Ya sudahlah... itu sudah berlalu. Sekarang saya sudah banyak belajar tentang hal ini.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat page (=kantor) yang berisi tulisan-tulisan dan sharing kabar dari saya. Page bersifat lebih formal daripada akun pribadi. Semoga formalitas ini tetap terjaga, hingga ada jarak antara saya dengan orang-orang yang tidak menginginkan pertemanan pribadi dengan saya, karena mereka tidak perlu melihat suasana "rumah" saya, yaitu akun pribadi saya.

Ya, akun pribadi fb adalah rumah, dimana kita bisa merasa homey, personal, bebas bercanda, bebas mengungkapkan isi hati, dan dihuni oleh orang-orang yang dengan mereka kita merasa nyaman. Rumah kita tidak selalu nyaman bagi orang lain, ada orang yang merasa tidak nyaman waktu bertamu di rumah saya, mungkin karena tidak memiliki sofa yang empuk, rumah saya bau buku, atau karena kucing saya seliweran. Atau bahkan karena penampilan saya waktu menyambut mereka : sangat tidak formal dengan t-shirt dan celana pendek saja. Mereka mengharapkan suatu kondisi dimana mereka bisa duduk di kursi/sofa yang nyaman, ber-AC, disambut tuan rumah dengan formalitas, dst. Dengan begitu sebenarnya mereka lebih cocok berkunjung ke kantor saya, karena disana saya menyambut mereka dengan penuh formalitas.

Berbeda dengan page yang adalah kantor, dengan suasana yang formal, tanpa rasa pribadi, tidak perlu mengutamakan personal care. Di sebuah kantor/showroom kita bisa bebas melihat pajangan, membaca katalog, atau membaca info-info yang disajikan, tapi kita harus menjaga manner, menjaga jarak dengan pemilik kantor, karena ada aturan formalitas yang harus ditegakkan kalau tidak ingin diusir oleh satpam kantor.

Nah, silakan pilih posisi kantor atau rumah atau sekolah yang Anda inginkan untuk akun fb anda.

Jika Anda ingin bertamu di rumah saya silakan bunyikan bell rumah saya di sini : Rumah FB
Jika Anda hanya ingin mampir di kantor saya silakan datang ke : Kantor FB

Comments

Popular Posts