Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Fanatik Atau Tidak

"Dalam perjalanan hidupnya manusia selalu berusaha mencari kebenaran" itu adalah suatu quote yang pernah saya baca... tapi eits tunggu dulu... ada beberapa orang yang tidak demikian, mereka memelihara fanatisme. Mereka memelihara, mengembangkan, dan bahkan memaksakan kebenaran yang mereka anut.

Fanatisme dalam hal religiusitas, dalam hal merk, dalam hal pendapat pribadi, dalam bidang jasa (misalnya jasa dokter), fanatisme software, dll. Banyak sekali bentuk fanatisme, dan hampir tiap manusia memiliki fanatisme.

Fanatisme memiliki kerugian, yaitu menutup hati dan pikiran terhadap segala kemungkinan kebenaran, karena orang yang fanatik menganggap tak ada lagi kebenaran lain selain yang dia anut.

Contohnya begini, seseorang yang fanatis menggunakan Windows, dia tidak tahu kalau Open Source itu sangat bagus, applicable, dan praktis. Bayang-bayang tampilan Open Source yang rumit dan "tidak seindah" Windows selalu menghantuinya. Tapi coba lihat tampilan Mandriva, Puppy Linux, Ubuntu, dsb itu... sangat bagus, interaktif, dan kereeen...

Nah, orang yang fanatik pada Windows jadi tidak punya kesempatan untuk mencoba kerenitas dan kebenaran Open Source yang halal itu.

Sebaliknya, orang yang fanatik Open Source juga tidak baik. Mereka sama sekali tidak mau memandang Windows. Mereka pikir Open Source adalah yang terhebat, terbaik, dan paling halal.

Karena fanatismenya, mereka tidak lagi mau menengok atau bekerja dengan Windows. Mereka tidak tahu bagaimana rasanya bekerja dengan sistem operasi yang mudah ditembus virus ini, mereka juga tidak tahu rasanya CPU makin lama makin melambat karena sampah Windowsnya sudah menumpuk dengan parah. Orang yang fanatik pada Open Source Linux juga tidak tahu rasanya menunggu proses booting Windows yang aduhai lamanya.

Walaupun dipakai dengan cara yang sama... itulah kenyataannya. Pekerjaan di Windows bisa memperburuk kondisi Windows itu sendiri. Tapi pekerjaan di Linux tidak menghasilkan sampah pemberat.

Hhhmmm.... apakah saya fanatik? Apakah anda fanatik? :D

Comments

  1. saya fanatik? tidak juga :D
    aku masih butuh windows karena mudah sedangkan aku punya hobby ngoprek Linux :D

    dilemma! heheeheh

    ReplyDelete
  2. hehehehe... itu namanya mendua... eh... mendua? selingkuh?? hahahaha :D

    ReplyDelete
  3. microsoft windows fokus kepada kemudahan pengguna, sedangkan open source.. apakah bisa diandalkan pemeliharaan update OSnya (kecuali yang berbayar). Tapi semua ada masanya.. suatu saat free open source menjadi primadona, tapi akan ada saatnya enterprise akan jadi primadona. Sekarang? sudah ada OS X. Masing2 punya kelebihan dan kekurangan masing2. Tetap belajar.. Teknologi akan terus berkembang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts