Buku Cerita Anak Dari Masa Ke Masa

Jaman dulu, ketika saya masih kecil, buku cerita anak tidak sebanyak sekarang. Dulu bisa dipastikan bahwa buku cerita anak yang bermutu pastilah buku terjemahan. Kebanyakan adalah buku-buku Enyd Blyton, Astrid Lindgren, Alfred Hitchcock, Hans Christian Andersen, dan Laura Ingalls Wilder. Penulis buku cerita anak yang asli Indonesia jarang ditemukan.

Saya juga masih ingat dulu, betapa saya menikmati bacaan-bacaan yang beragam dari berbagai penulis ini. Ceritanya beragam, karakter tokohnya pun beragam. Alur ceritanya menarik, tidak membosankan, bahkan seringkali menegangkan, atau bahkan bisa membuat saya merasa hadir di dalam buku itu. Sebenarnya, inilah buku yang bermutu itu.

Cerita Dan Karakter Tokohnya Beragam
Satu penulis bisa menghasilkan berbagai macam cerita : misteri, roman sekolahan, bahkan kekonyolan seorang anak. Ceritanya pun tidak monoton. Karakter yang ditampilkan juga beragam dan memiliki karakter pribadi yang sangat kuat. Tokoh yang ditampilkan tidak harus adalah seorang pahlawan atau tokoh yang berjasa dalam cerita tersebut.

Alur Cerita Menarik
Alur cerita menarik ini maksudnya, bahwa suatu cerita bisa membuat pembacanya masuk ke alam cerita tersebut. Cerita tidak harus rumit, sederhana namun dibawakan dengan bagus sudah cukup untuk menghanyutkan pembaca. Sebaliknya, cerita rumit namun dibawakan dengan dangkal hanya akan menjadi suatu rentetan kejadian tanpa makna.

Memang, tak selamanya seorang penulis buku cerita anak selalu menghasilkan cerita yang bermutu. Karyanya kadang bagus, kadang juga jelek.

Jaman sekarang, menerbitkan buku adalah hal yang sangat mudah. Bahkan bisa tanpa kontrol edit sama sekali. Yang dengan kontrol editor pun, seringkali dengan mudah suatu cerita tak bermutu lolos dan bisa dijadikan buku. Akibatnya, terjadi banjir buku cerita anak (yang belum tentu bermutu).

Kondisi ini seringkali merugikan buat anak-anak. Mereka tampaknya melakukan aktivitas yang pandai, yaitu membaca. Tapi apa yang dibacanya? Belum tentu yang dibacanya akan membawa pengaruh yang baik dan bisa dimaknainya. Tentu saja orang tua bisa membantu anak untuk mencari bacaan yang baik, padahal orang tua juga belum tentu bisa memilih bacaan yang baik. Lalu apa yang bisa membantu orang tua untuk mengatasi hal ini?

1. Bacalah dahulu buku untuk anak. Ya, ini adalah cara utama untuk mengetahui apakah bacaan anak tersebut baik untuk anak : orang tua wajib membacanya dulu.
2. Jangan tertipu bentuk buku dan ilustrasi yang menarik. Kedua hal ini adalah pemberi warna dan penekan makna suatu cerita, bukan cerita yang sesungguhnya. Namun, jangan juga luput untuk menilai ilustrasinya. Seringkali gambar bisa memberi pesan tersendiri bagi anak. Misalnya sebuah cerita yang menceritakan kesedihan seorang anak karena kucing kesayangannya terlindas mobil dan mati. Untuk anak-anak, lebih baik kematian kucing tidak diilustrasikan secara detail lengkap dengan darah dsb. Karena ini memiliki efek yang kurang baik bagi anak-anak.
3. Cerita anak yang menarik, bermakna, dan menyentuh bagi ibu adalah menarik, bermakna, dan menyentuh pula bagi anak. Gunakanlah instink ke-ibu-an untuk menyaring bacaan bagi anak. Karena instink tersebut tak pernah salah, kecuali telah ditumpulkan sebelumnya dengan berbagai penolakan terhadap kehadiran seorang anak. Orang yang bisa menerima anak dalam kehidupannya, yang bisa mengasihi anaknya sepenuh hati, sudah pasti memiliki naluri untuk memberikan yang terbaik bagi anak.

Orang tua, mari memberi cerita anak yang menarik bagi anak. Buku anak yang gratis belum tentu tidak bermutu isinya. Buku anak yang mahal juga belum tentu bermutu. Orang tua yang mengenal anaknya tahu yang terbaik bagi anak.

Saya ingin memberikan buku-buku bermutu, seperti yang dulu sering saya nikmati ketika masih kecil, pada anak saya. Bacaan yang makin memperkaya idenya tentang kebaikan, dan memperluas pandangannya tentang dunia. Ini tidak mudah, ditengah banjirnya bacaan anak yang kurang bagus. Bacaan yang menarik bagi anak banyak, tapi yang bagus dan sekaligus menarik tidaklah banyak. Saya sadar, tugas saya masih banyak, tugas untuk menyediakan yang terbaik bagi anak. Menulis sendiri cerita-cerita yang bagus dan menarik adalah salah satu cara, apalagi jika dalam prosesnya kita libatkan anak. Tentu hasilnya berlipat ganda : cerita anak yang bermutu dan pengetahuan bagi anak dalam hal pembuatan cerita.

Comments

Popular Posts