Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Learn To Be Me - 1: Sebuah Awal Perjalanan Mengenali Diri Sendiri

sumber gambar
Akhir tahun, secara otomatis saya selalu merenung tentang hidup yang telah saya jalani, bagaimana saya menjalaninya, dan apakah hidup saya telah berguna dan bermakna. Akhir tahun menjadi saat bagi saya untuk mempelajari tentang diri saya sendiri (learn to be me).

Proses memahami diri ini saya mulai dengan mengakui adanya kelemahan diri. Dalam proses ini saya harus menenangkan diri, menghindarkan diri dari segala kebisingan hidup. Tenang, sepi, hanya mendengar suara terdekat. Jika tidak sendiri, mana bisa saya mempelajari diri saya sendiri? Jika disibukkan oleh orang-orang luar keluarga serumah, saya tak bisa mendalami diri saya sendiri. Proses ini tak akan ada. Padahal saya sangat memerlukannya.

OK, ini tidak mudah. Karena sebetulnya perjalanan ini diawali dari sebuah kesalahan. Dari sebuah kelelahan yang amat sangat, berbuah emosionalitas amarah yang terumbar. Ketika sadar, saya pun meminta undur diri dan maaf  dari teman-teman yang tersakiti. Entah apa pemikiran mereka, yang jelas saya merasa saat ini enough dengan kebisingan social media, ini saatnya saya peduli pada diri sendiri, karena telah goyah dan menjadi liar. Ini saatnya saya kembali menjinakkan dan menyayangi diri saya sendiri, mungkin selama ini diri pribadi ini telah terabaikan oleh kesibukan memikirkan orang lain.

Proses ini sangat saya perlukan untuk kembali bersemangat di tahun yang baru, disaat energi kembali harus tercurah untuk kebermanfaatan. Saya melakukan retreat untuk diri saya sendiri, dan saya akan berusaha menceritakannya di blog ini. Supaya berguna. 

Comments

Popular Posts