Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Gaya Hidup Tradisional, Gaya Hidup Sehat

Ketika saya berpikir balik ke beberapa minggu ini, saya mendapati diri saya yang berbeda... eh maksud saya sangat berbeda dari diri saya sekitar 10 tahun lalu.
Sepuluh tahun lalu saya membayangkan suatu citra diri seorang perempuan karir, berkantor di luar rumah, memakai baju yang keren dan rapi tiap hari. Tapi kenyataan bicara beda.
Saya saat ini menjalani sebuah kehidupan tradisional namun canggih. Hehehehe... ya, seseorang harus bekerja, bukan dengan keras, tapi dengan cerdas!
Saya bekerja dari rumah, dengan pakaian ala kadarnya, tidak rapi apalagi bermerk. Saya mengendalikan bisnis saya dari rumah... bukan... bukan MLM! Saya membuka toko online, toko craft handmade buatan saya sendiri : http://shop.limeleave.com. Saya mulai dari nol. Bahkan websitenya pun saya buat sendiri dengan desain yang sesuai selera saya.
Selain bekerja di rumah, yang paling membuat diri saya tampak tradisional adalah : saya mendidik sendiri anak saya tanpa turut campur sekolah. Jaman dahulu, ketika sekolah belum ada, inilah yang dilakukan semua orang tua.
Tapi.... kalau menurut anda itu kurang tradisional.... bagaimana dengan yang ini :

Saya layukan sawi untuk membuat sawi asin

 Sawi asin di dalam stoples, sudah hari ke-3, akan di "panen" pada hari ke-6 ^_^

Membuat tepung tempe dari tempe untuk dijadikan biangnya tempe

Kedele yang telah dicampur dengan biangnya tempe, menunggu waktunya jamur tumbuh

Bakso ikan 

Bakso sapi

Semua yang ada di foto-foto ini adalah makanan kesukaan kami sekeluarga, yang biasanya kami dapat dari membelinya begitu saja. Dan saya agak kawatir dengan pemberitaan akhir-akhir ini, yang katanya sayur asin pakai pengawet, bakso memakai boraks, tempe pun memakai pemutih ... oh susahnya hidup di jaman sekarang. Padahal bahan-bahan tersebut bisa memicu berbagai penyakit. Susah mendapatkan makanan yang sehat dan alami.
Ketika orang lain menikmati berbagai makanan secara instant, saya memilih untuk membuat sendiri makanan-makanan ini. Saya rasa, untuk kebanyakan orang di jaman sekarang, semangat saya ini tampak aneh. Bahkan ada yang beranggapan : "kok senang bersusah-susah, padahal bisa membeli" dan "bukankah membeli begitu saja akan membuat kita tampak modern?"
Oleh karena itu... saya merasa kembali ke gaya hidup tradisional, gaya hidup yang sehat.
Pe-er saya berikutnya : mencari cara membuat ikan asin, bercocok tanam pete, dan bercocok tanam kecambah/toge. Dan... bercocok tanam organik! Mimpi yang indah..... ^_^

Comments

Popular Posts