Skip to main content

Featured

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!

Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun. Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan.  Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games ! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dila

Gaya Hidup Tradisional, Gaya Hidup Sehat

Ketika saya berpikir balik ke beberapa minggu ini, saya mendapati diri saya yang berbeda... eh maksud saya sangat berbeda dari diri saya sekitar 10 tahun lalu.
Sepuluh tahun lalu saya membayangkan suatu citra diri seorang perempuan karir, berkantor di luar rumah, memakai baju yang keren dan rapi tiap hari. Tapi kenyataan bicara beda.
Saya saat ini menjalani sebuah kehidupan tradisional namun canggih. Hehehehe... ya, seseorang harus bekerja, bukan dengan keras, tapi dengan cerdas!
Saya bekerja dari rumah, dengan pakaian ala kadarnya, tidak rapi apalagi bermerk. Saya mengendalikan bisnis saya dari rumah... bukan... bukan MLM! Saya membuka toko online, toko craft handmade buatan saya sendiri : http://shop.limeleave.com. Saya mulai dari nol. Bahkan websitenya pun saya buat sendiri dengan desain yang sesuai selera saya.
Selain bekerja di rumah, yang paling membuat diri saya tampak tradisional adalah : saya mendidik sendiri anak saya tanpa turut campur sekolah. Jaman dahulu, ketika sekolah belum ada, inilah yang dilakukan semua orang tua.
Tapi.... kalau menurut anda itu kurang tradisional.... bagaimana dengan yang ini :

Saya layukan sawi untuk membuat sawi asin

 Sawi asin di dalam stoples, sudah hari ke-3, akan di "panen" pada hari ke-6 ^_^

Membuat tepung tempe dari tempe untuk dijadikan biangnya tempe

Kedele yang telah dicampur dengan biangnya tempe, menunggu waktunya jamur tumbuh

Bakso ikan 

Bakso sapi

Semua yang ada di foto-foto ini adalah makanan kesukaan kami sekeluarga, yang biasanya kami dapat dari membelinya begitu saja. Dan saya agak kawatir dengan pemberitaan akhir-akhir ini, yang katanya sayur asin pakai pengawet, bakso memakai boraks, tempe pun memakai pemutih ... oh susahnya hidup di jaman sekarang. Padahal bahan-bahan tersebut bisa memicu berbagai penyakit. Susah mendapatkan makanan yang sehat dan alami.
Ketika orang lain menikmati berbagai makanan secara instant, saya memilih untuk membuat sendiri makanan-makanan ini. Saya rasa, untuk kebanyakan orang di jaman sekarang, semangat saya ini tampak aneh. Bahkan ada yang beranggapan : "kok senang bersusah-susah, padahal bisa membeli" dan "bukankah membeli begitu saja akan membuat kita tampak modern?"
Oleh karena itu... saya merasa kembali ke gaya hidup tradisional, gaya hidup yang sehat.
Pe-er saya berikutnya : mencari cara membuat ikan asin, bercocok tanam pete, dan bercocok tanam kecambah/toge. Dan... bercocok tanam organik! Mimpi yang indah..... ^_^

Comments

Popular Posts