Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Pendidikan Sebagai Hak

Deretan mata kuliah yang saya ambil sampai pertengahan 2013

Setiap orang berhak atas pendidikan. Implikasinya, untuk meraih pendidikan itu, tidak boleh ada batasan sekat apapun. Ekonomi, sosial, budaya, geografi, transportasi, tidak boleh menjadi pembatas dalam meraih pendidikan yang berkualitas.

Saya sebagai seorang ibu dan perempuan yang kurang mobile, selain saya memang tak suka berada di jalanan, saya juga lebih enjoy berada di rumah, tentu saja persoalan utama untuk "kuliah lagi" adalah masalah jauhnya kampus. Waktu yang terbuang di jalanan akan sangat banyak, karena kampus yang bermutu jauh lokasinya dari tempat tinggal saya. Membayangkan kemacetan dan polusi yang harus saya hadapi tiap hari saja sudah membuat saya mual.

Lalu, beberapa waktu lalu saya menemukan www.alison.com yang memungkinkan saya untuk kuliah lagi dari rumah. Saya ambil mata pelajaran bisnis, dan saya berhasil menyelesaikannya dengan sertifikatnya juga. Namun, saya kurang puas dengan Alison. Kenapa? Karena pembahasan kurang detail, tugas pun tak ada. Ujiannya pun sangat sederhana.

Nah, melalui seorang teman, Ines, saya berkenalan dengan www.coursera.com, ini adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan sosial dengan berpartner bersama 16 universitas besar, yaitu :

  • University of Pennsylvania
  • The University of Edinburgh 
  • University of Toronto
  • University of Virginia
  • Duke University
  • Georgia Institute of Technology
  • Johns Hopkins University
  • Ecole Polytechnique Federale De Lausanne
  • Stanford University
  • University of Washington
  • Illinois University
  • Caltech University
  • Rice University
  • University of California San Fransisco
  • University of Michigan
  • Princeton University
Menarik ya...
Kita bisa kuliah dari berbagai universitas besar tingkat internasional sambil tetap di rumah. Sebagai ibu rumah tangga, option ini sangat masuk akal dan akan saya manfaatkan sebaik-baiknya. 

Mata kuliah yang pertama saya jalani adalah Fantasy & Science Fiction : The Humand Mind, Our Modern World dari University of Michigan. Kuliah ini mengharuskan saya membaca berbagai literatur dongeng fantasi. Sangat menarik mempelajari betapa berpengaruhnya fantasi manusia dalam pemikirannya tentang masa depan. Kuliah ini tidak menjadwalkan tatap muka langsung. Ini yang menarik, dengan demikian, setelah menyelesaikan satu tugas, saya bisa switch ke tugas yang lain selain kuliah. Saya juga bisa sewaktu-waktu menjalankan peran ibu jika dibutuhkan oleh anak saya.

Oiya, untuk mengikuti kuliah di Coursera ini yang wajib dimiliki adalah satu set komputer plus koneksi internetnya dan komitmen untuk belajar, menyisihkan waktu yang lumayan banyak untuk belajar. Dalam tiap mata kuliah juga ada sylabus, ada background ilmu yang harus dikuasai, ada target masa belajar, ada target waktu belajar tiap minggunya. 

Apa sebetulnya yang saya harapkan dari kuliah online ini? Saya toh tidak bekerja di instansi yang mengharuskan sertifikasi, atau tingkatan kepandaian akademis tertentu. Saya hanyalah pemilik sebuah perusahaan crafting. Tidak, bukan sertifikasi yang semata-mata saya harapkan. Saya ingin :
  • Menambah ilmu secara sistematis
  • Belajar dalam suasana akademis bersama orang-orang yang seminat
  • Mencapai suatu prestasi yang penting bagi diri sendiri
Apa saja mata kuliah yang saya ambil sampai setengah tahun ke depan? Silakan lihat di gambar di atas. Itulah daftar mata kuliah yang saya ambil. Dengan komitmen tentu harus bisa menyelesaikanna


Dan beginilah kondisi saya ketika kuliah. Santai, akses pelajaran dengan HP Android saya. Bagi orang lain mungkin saya dianggap sedang mendengarkan lagu atau nonton video klip lagu, padahal saya sedang menuai ilmu dari negeri seberang, dari suatu kampus besar.

Kesempatan belajar ini harus disebarluaskan ke banyak orang, membuka kemungkinan mendapatkan pendidikan seluas samudera. Mari kita belajar dengan penuh semangat!

Comments

Post a Comment

Popular Posts