Skip to main content

Featured

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!

Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun. Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan.  Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games ! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dila

Suka Duka Kuliah Lagi

Tidak mudah ternyata kuliah di usia yang sudah "segini", yaitu ketika sudah berkeluarga, punya usaha, tanpa asisten. Top dah. Lebih terasa lagi ketika ada rentetan acara keluarga yang tak terduga.

Proses perkuliahannya memang online, dan gratis. Saya pikir, justru kedua faktor ini yang membuat prosesnya jadi berat. Perkuliahan online dipenuhi dengan tugas-tugas. Assessment didasarkan pada keberhasilan mengerjakan tugas. Sedangkan perkuliahan biasa, assessment juga didasarkan dari kehadiran. Ini juga yang membutuhkan banyak waktu, karena selain tiap minggu ada tugas, juga ada kewajiban untuk mengevaluasi tugas teman kuliah. Nah, mengerjakan tugas pun membutuhkan banyak waktu dan harus aktif mencari-cari data di luar materi yang diberikan. Benar-benar proses belajar mandiri dan berjejaring!

Gratis... nah, ini juga yang membuat komitmen pada perkuliahan jadi sulit. Kalau berbayar, ada rasa wajib menyelesaikan, kalau tidak mau rugi. Kalau  gratis ini, dengan mudah kita meninggalkan saja perkuliahan itu. Tapi, setelah ditempa melalui kerja di dunia virtual dengan orang dari berbagai belahan bumi, bagi saya komitmen untuk bertahan ini lebih mudah dicapai, walaupun masih sering terhuyung-huyung dalam membagi waktunya. Memang beda hasil yang dicapai antara bekerja dengan belajar, walaupun sama-sama keduanya dilakukan di tingkat internasional. Tapi paling tidak saya telah belajar untuk tidak sembarangan mengingkari komitmen.

Pokoknya, harus semangat untuk menambah nilai diri dan kecerdasan.

Comments

Popular Posts