Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Menjadi Orang Tua Asuh

Terhitung sejak hari ini, saya menjadi orang tua asuh bagi seorang anak tak mampu dari Godean, Sleman, Jogjakarta.

Sebenarnya pengajuannya sudah sejak kemarin, tapi baru hari ini mendapat konfirmasi. Proses ini tergolong cepat, karena lembaga yang mengurusnya sudah berpengalaman 10 tahun, dan hebatnya, mereka sudah menerapkan sistem online, sehingga walaupun antara saya dan anak asuh saya terpisah jarak satu provinsi jauhnya, itu tidak masalah, semua urusan bisa ditangani dengan cepat.

Menyelidiki
Suami saya bukanlah orang yang gegabah soal penyaluran dana walau hanya sedikit. Setelah mendengar tentang niat saya untuk mengangkat anak asuh, dia melakukan penyelidikan terhadap nama-nama pengurusnya. Dia mendapati nama-nama tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Oiya, pengurus dari lembaga ini adalah para Romo dan awam Katholik, namun walaupun begitu, mereka tidak hanya melayani anak-anak Katholik. Mereka melayani anak-anak dari berbagai latar belakang agama dan suku bangsa.

My Feeling?
Tentu saja excitet! Senang bercampur haru, dan ada rasa ingin tahu yang besar tentang kondisi anak asuh saya yang sebenarnya. Tampaknya, dalam tahun 2013 saya akan melakukan perjalanan ke Jogja untuk mengunjunginya, mengakrabkan diri dengannya, dan melihat kalau-kalau dia membutuhkan bantuan lain.

Inginnya, saya tidak berhenti hanya satu anak ini. Inginnya, ada anak lain yang bisa saya bantu. Inginnya membuat diri ini lebih bermanfaat. Semoga bisa!

Comments

Popular Posts