Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Yes, I'm A Proud Mom!

Memandang wajahnya, melihat tingkahnya. Dia tak seperti anak kebanyakan. Dia unik, tidak seragam. Hasrat bermainnya sangat besar. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain. Ya, dunianya sangat indah.

Dia bisa belajar apapun yang dia mau tanpa dibatasi waktu. Ada beberapa pelajaran yang memang harus dia pelajari. Tapi tak seperti anak kebanyakan, dia hanya membutuhkan waktu belajar formal itu hanya sekitar 3-4 jam sehari walaupun dia sudah umur 8 tahun.

Hebatnya, dia sudah bekerja! Tidak muluk-muluk, hanya kerja membuatkan kopi untuk orang tuanya. Tapi dari situ dia mendapat uang. Ya, seperti anak pada umumnya, dia pakai uang itu untuk membeli mainan atau makanan-minuman pilihannya.

Belajar, bekerja, dan melayani adalah 3 dasar dalam proses belajarnya. Hari ini, dia membuat sebuah keputusan yang mengagumkan! Dia mau melayani sesamanya, dengan cara menjadi kakak asuh. Dia membiayai keperluan sekolah adik asuhnya melalui kerjanya berjualan kopi! Anak 8 tahun, bisa memiliki inisiatif ini? Hebat ya... Saya juga kagum dengan kerelaannya memutus mata rantai kepuasannya pribadi, dia mau berbagi!

Hari ini, dia memilih adik asuhnya, dari Madiun. Anak SD kelas 1, anak seorang guru dengan gaji yang minim. Seorang anak yang 2 tahun lebih muda daripadanya. Sebagai orang tuanya, saya sangat bangga, karena dia bisa memilih, bukan yang menyenangkan, tapi yang baik.

Tuhan memberkati hidupmu, Nak!

Comments

Popular Posts