Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Makan Siang, Makan Satu Buku

Saya teringat dulu ketika masih kecil kalau saya kedapatan ibu sedang makan sambil baca, pasti sudah ditegur. Walaupun ibu tidak langsung memarahi saya, tapi tegurannya itu menyatakan bahwa makan sambil baca adalah sesuatu yang dilarang. Lalu melalui nasehatnya, saya mengetahui, bahwa saya dilarang makan sambil baca buku adalah karena makanan saya jadi gak selesai-selesai. Apalagi kalau makanan saya berkuah, wah, bisa sampai mekar nasi-nasi itu!

Dasar saya ini hobby membaca, alih-alih mencari cara untuk menghilangkan kebiasaan makan sambil baca, saya mulai belajar cara membaca sambil makan dengan cepat! Dan saya berhasil, sehingga ibu tidak lagi melarang saya makan sambil membaca! Hehehe.... daaaan kebiasaan itu pun terbawa sampai sekarang.



Hari ini, saya memilih buku "Cerita Karamel" yang ditulis oleh Kiki Emeralda untuk menemani makan siang saya. Buku ini baru saja diantar oleh kurir, jadi, ini buku masih fresh from the courier's bag. Sebetulnya, terus terang, saya tertarik membeli buku ini karena status-status mbak Kiki di FB yang sangat menggelitik. Tutur bahasanya, gaya bicaranya, semua itu mengalir begitu saja dengan plong, tidak jaim, dan terkesan sak karepe dewe. Bahasa Jawa Timuran yang dia pakai membuat statusnya jadi sebuah tulisan kritik, yang terasa ringan, bersahabat, dan bersahaja. Ah. tidak seperti tukang kritik yang mengkritik dengan penuh kebencian dan mau menang sendiri... tidak sama sekali! 

Lalu, bagaimana dengan isi buku ini? Isinya ternyata adalah cerita tentang keluguan dan kelucuan khas kanak-kanak dari para muridnya! Saya paling suka bab "cimung-cimung ibu yang paling cimung" .... hahahaha.... sangat mengharukan namun konyol! Saya sampai terbayang ekspresi Katrin, dan tiba-tiba jadi ingin mengenalnya!

Buku "Cerita Karamel" ini sangat menghibur, ringan, membuat saya tersenyum, dari senyum yang simpul hingga senyum lebar. Dan ya, ketika buku ini habis, habis pula makan siang saya. Benar-benar menyegarkan, membuat saya kembali siap beraktivitas dengan ceria. 

Comments

Post a Comment

Popular Posts