Skip to main content

Featured

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!

Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun. Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan.  Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games ! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dila

Menjadi Teman Bagi Ibu

Ibu saya sedang memberi tutorial singkat pada teman saya

Sebagai orang tua, kita sering merasa perlu menjadi sahabat anak, karena memang akan terasa menyenangkan jika bisa menjadi sahabat bagi orang yang kita cintai. Bersenang-senang bersamanya, berkomunikasi dengan akrab bersamanya, melakukan banyak aktivitas bersama dengan sukacita, dan sebagainya.

Bagaimana jika yang kita ingin terjadi adalah yang sebaliknya? Sebagai anak, kita ingin menjadi sahabat bagi orang tua? Kita melibatkan ayah atau ibu dalam aktivitas kita, kita bercakap dengan bebas bersamanya, kita pun mengajak teman-teman dekat kita beraktivitas bersama dengan ayah/ibu sebagai sesama sahabat. Tentu ini suatu kondisi yang sangat menyenangkan, membahagiakan!

Puji Tuhan saya mendapat kesempatan ini. Saya memiliki kecocokan dengan beberapa teman yang sehobi, yaitu crafting. Kami suka membuat berbagai benda dan mendiskusikannya, kami suka belajar bersama, bahkan menjual karya kami bersama-sama. Ibu saya punya kesukaan yang sama dalam hal ini. Saya pun beberapa kali mengajak ibu untuk gabung dalam acara saya bersama teman-teman craft. Ibu tidak keberatan, begitu juga teman-teman saya. Kami bisa melakukan aktivitas bersama, bahkan ibu  juga ikut menularkan kepandaiannya untuk teman-teman saya.

Lewat kegiatan ini saya melihat ada suatu sukacita baru dalam hidup ibu saya. Mungkin, dia menemukan warna baru dalam aktivitasnya, hingga hidupnya tak dirasakannya begitu-begitu saja.

Yang gak kalah asyik, ternyata suami saya juga mendukung saya untuk mengajak ibu dalam lingkar pertemanan ini. Luar biasa! Saya sungguh merasa terberkati dengan kondisi ini. Saya bisa menyenangkan hati ibu dengan pergaulan yang baru bersama teman-teman saya. Semoga kelak saya pun bisa masuk dalam pergaulan dengan anak saya, sebagai temannya! Tentu akan sangat menyenangkan!

Comments

Popular Posts