Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Menjadi Teman Bagi Ibu

Ibu saya sedang memberi tutorial singkat pada teman saya

Sebagai orang tua, kita sering merasa perlu menjadi sahabat anak, karena memang akan terasa menyenangkan jika bisa menjadi sahabat bagi orang yang kita cintai. Bersenang-senang bersamanya, berkomunikasi dengan akrab bersamanya, melakukan banyak aktivitas bersama dengan sukacita, dan sebagainya.

Bagaimana jika yang kita ingin terjadi adalah yang sebaliknya? Sebagai anak, kita ingin menjadi sahabat bagi orang tua? Kita melibatkan ayah atau ibu dalam aktivitas kita, kita bercakap dengan bebas bersamanya, kita pun mengajak teman-teman dekat kita beraktivitas bersama dengan ayah/ibu sebagai sesama sahabat. Tentu ini suatu kondisi yang sangat menyenangkan, membahagiakan!

Puji Tuhan saya mendapat kesempatan ini. Saya memiliki kecocokan dengan beberapa teman yang sehobi, yaitu crafting. Kami suka membuat berbagai benda dan mendiskusikannya, kami suka belajar bersama, bahkan menjual karya kami bersama-sama. Ibu saya punya kesukaan yang sama dalam hal ini. Saya pun beberapa kali mengajak ibu untuk gabung dalam acara saya bersama teman-teman craft. Ibu tidak keberatan, begitu juga teman-teman saya. Kami bisa melakukan aktivitas bersama, bahkan ibu  juga ikut menularkan kepandaiannya untuk teman-teman saya.

Lewat kegiatan ini saya melihat ada suatu sukacita baru dalam hidup ibu saya. Mungkin, dia menemukan warna baru dalam aktivitasnya, hingga hidupnya tak dirasakannya begitu-begitu saja.

Yang gak kalah asyik, ternyata suami saya juga mendukung saya untuk mengajak ibu dalam lingkar pertemanan ini. Luar biasa! Saya sungguh merasa terberkati dengan kondisi ini. Saya bisa menyenangkan hati ibu dengan pergaulan yang baru bersama teman-teman saya. Semoga kelak saya pun bisa masuk dalam pergaulan dengan anak saya, sebagai temannya! Tentu akan sangat menyenangkan!

Comments

Popular Posts