Skip to main content

Featured

Menemukan Kembali Mood Menjahit Yang Pernah Hilang

Sudah hampir tiga bulan aku tidak menjahit apapun. Mesin jahit dan mesin obras tergeletak begitu saja penuh debu. Sedangkan meja mesin jahit pun penuh dengan berbagai benda yang tak lagi berguna. Selain itu, kain-kain stock pun berserakan di dalam kantong plastik dan di dalam kontainer besar yang sulit dibuka karena di atas kontainer itu ada kantong-kantong yang berisi baju-bajuku. Benar-benar berantakan! Akhir-akhir ini kondisi kamarku memang kacau, akibat dari tidak memiliki lemari sehingga kain-kain pun tidak terdisplay dengan baik. Ini membuatku sangat malas mencari-cari kain untuk dijahit karena sulit diakses. Rupanya aku tidak cocok menggunakan kontainer dan plastik-plastik untuk menyimpan kain-kain. Lalu kuputuskan untuk membeli dua lemari yang kupakai untuk tempat baju dan stock kain.  Aku membeli satu lemari bergambar jerapah (aku suka jerapah!) yang belum dirakit pada tanggal 1 Mei, lalu segera ku rakit keesokan harinya, setelah dirakit aku merasa lemari ini terlalu kecil, ti

Merawat Anak Menderita Hand Foot And Mouth Disease

2 minggu lalu anak saya terkena Hand Foot And Mouth Disease (HFMD) atau yang terkenal dengan nama flu Singapore, atau virus singapore. Anak saya terkena gejalanya komplit-plit! Tangan, kaki dan mulut penuh bintik-bintik.

Awalnya, ada satu sariawan di mulut, saya kira sariawan biasalah. Lalu agak siang anak saya menunjukkan bintik-bintik yang ada di telapak tangannya. Waktu itu saya pikir dia kena alergi. Tapi setelah dipikir-pikir, selama 2-3 hari ini tampaknya dia tidak makan makanan yang bisa menimbulkan alergi. Ya sudahlah, mungkin memang ada makanan yang kami tidak sadari sebagai pencetus alergi.

Tapi kemudian, anak saya mengeluh telapak tangannya jadi kaku, lalu tak lama kemudian dia bilang kalau di kakinya juga ada bintik-bintiknya. Waduh, saya langsung mencurigai dia kena HFMD, apalagi tak lama kemudian dia bilang bahwa di mulutnya terasa ada bintik-bintik juga... wiuh! Dulu ketika masih anak masih kecil, saya berharap dia tidak pernah kena HFMD, karena kebayang deh rasa sakitnya.

Lalu suami saya mulai browsing-browsing tentang HFMD. Dari yang dia baca, disebutkan bahwa penyakit ini tidak perlu penanganan khusus, bahkan tidak perlu mengunjungi dokter. Penyakit ini belum ada anti virusnya, yang perlu dilakukan hanyalah :

  1. Memberi pereda nyeri dan demam sejenis ibuprofen.
  2. Memberi obat kumur untuk membunuh kuman-kuman di mulut supaya sariawannya tidak menjadi infeksi.
  3. Memberi penambah daya tahan tubuh (saya pilih imboost force).
  4. Makan makanan yang lembut. Anak saya sendiri memilih untuk makan bubur blender lengkap dengan sayuran yang juga diblender, dan lauk yang lembut, seperti tofu atau telur dadar yang dicincang.
  5. Tetap mandi dan gosok gigi dengan lebih bersih.
Satu hal yang perlu diperhatikan dan harus perlu penanganan dokter, yaitu bila :
  1. Demam tak kunjung turun walau sudah minum obat demam.
  2. Respon anak terhadap panggilan melambat.
  3. Terdapat kejang.
1 hari pertama anak saya mengalami demam hingga mengigau dalam tidurnya, Siangnya anak saya juga merasa kedinginan. Tapi setelah itu sudah tidak tinggi lagi demamnya, juga tidak merasa kedinginan. Makannya pun lancar, nafsu makan tetap ada walau jenis makannya tidak seperti biasanya.

Hari ke-4 bintik-bintik di dalam mulut mulai berubah menjadi sariawan. Saya perkirakan ada sekitar 15 sariawan di dalam mulutnya! Kasihan banget! Sebelum makan dia harus berkumur dulu untuk membuat mulutnya sedikit mati rasa agar proses menelan makanan tidak terasa nyeri.

Hari ke-6 bintik-bintik di tangan dan kaki mulai mengering dan mengelupas, namun sariawan belum sembuh. 

Hari ke-8 anak saya mulai sembuh dan mulai makan dengan tekstur yang normal. Hari ke-9 dia mulai merasakan keinginan makan dan makan terus... hehehe... puji Tuhan! 

Inilah perjalanan kami mengawal kesembuhan anak dari HFMD tanpa antibiotik. Karena HFMD disebabkan oleh virus, maka yang dibutuhkan anak hanyalah daya tahan tubuh yang lebih kuat daripada biasanya.

Semoga sharing ini berguna, dan orang tua tak perlu panik jika anak terkena HFMD.

Comments

Post a Comment

Popular Posts