Skip to main content

Featured

Bangun Pagi Dengan Semangat Menyala? Bisa!

Selamat pagi... Pagi ini aku terbangun lebih pagi daripada biasanya, pukul 03:30. Ketika keluar kamar ternyata anakku juga keluar kamar dengan membawa baju mandi! Padahal anakku tidak sekolah formal, sehingga dia tidak diharuskan bangun pagi dengan diguncang-guncang. Sebetulnya dia sudah terbiasa bangun pagi ini sejak masih kecil. Bangun tidur, langsung mandi dilanjutkan dengan membuat teh hangat sendiri. Iya, dia memang mandiri sejak masih kecil sekitar usia 7 tahun. Kebiasaan bangun pagi bagi keluarga kami adalah hal yang sangat baik, karena sistem detoks tubuh terjadi pada pukul 05:00, sehingga pada jam ini sebaiknya sampah tubuh dikeluarkan.  Bagaimana kami bisa membuat anak memiliki dorongan bangun pagi ini? Games ! Dan bagaimana saya memiliki dorongan bangun pagi juga? Pekerjaan! Games dan pekerjaan bagi banyak orang dipandang sebagai sesuatu yang berbeda. Orang memandang bahwa games hanyalah kesenangan yang memabukkan dan pekerjaan adalah suatu kewajiban yang memang harus dila

Eksperimen Hidroponik Rumahan - Kedua, Tentang Wadah

Saya bukan orang yang berlebihan uang sehingga bisa dengan mudahnya membeli wadah, apalagi sarana hidroponik seperti NFT sistem, dan sebagainya. Itu sebabnya saya ingin memulai eksperimen hidroponik rumahan ini. Saya percaya ada banyak orang yang ingin bercocok tanam sendiri tapi memiliki keterbatasan sumber daya, material, dan keuangan.

Untuk wadah tanaman, saya pergunakan cup puding bekas pakai. Saya tidak memakai netpot, alasan saya: di toko tanaman dekat rumah tidak dijual netpot, selain itu netpot harus membeli, duit saya tidak sebanyak tanaman yang ingin saya budidayakan. Kalau cup puding itu kan banyak, bisa minta dari tetangga yang punya anak kecil, mereka pasti punya, hehehe... inilah penampakan lubang-lubang dan sumbu yang saya buat pada cup puding:


Saya buat lubang memanjang sekitar 3 x 20 mm di empat sisi cup, dan di dasar cup sebagai tempat keluarnya sumbu (wick). Sumbu saya buat dari perca flanel berukuran sekitar 2 x 15 cm. Untuk ukuran ini tidak perlu dibuat patokan, sesuaikan saja dengan wadah yang hendak dipakai. Akar tanaman nantinya akan keluar dari lubang sumbu ini dan menempel pada sumbunya.

Untuk wadah air nutrisi saya pakai baki besar di dasarnya, dan wadah pembenihan untuk menyangga cup-cup. Ini penampakannya:


Yang berwarna hijau di bawah itu adalah baki besar, sedangkan yang hitam adalah wadah pembenihan. Oiya, saya pakai mosspeat untuk media tanamnya, karena tidak tersedia rockwool di dekat rumah saya, payah ya... :( ... tapi mosspeat bisa juga kok untuk hidroponik.

Makin ke sini saya menemukan bahwa sistem wadah yang airnya terbuka seperti ini kurang menguntungkan untuk hidroponik di daerah panas sepanas Sidoarjo... nantikan tulisan saya selanjutnya tentang keganasan panas Sidoarjo!

Comments

Popular Posts