Skip to main content

Featured

Masih Ragu Untuk Menerima Vaksinasi Covid-19? Ini Pengalamanku

Vaksinasi Covid-19, bagiku ini adalah antara maju dan mundur, tidak sepasti orang lain yang tidak memiliki "teman" dalam tubuhnya. Aku berteman dengan diabetes type 1 yang adalah autoimmune dan sudah nyeret si hipertensi. Waktu awal-awal vaksin Covid beredar katanya penyintas autoimmune tidak boleh vaksin, lalu belakangan katanya: gak apa-apa, asalkan terkontrol. Nah, definisi "terkontrol" ini sejauh apa? Aku gak tahu.  Kalau dilihat dari nilai HbA1C jelas diabetesku gak terkontrol, begitu juga kalau dilihat dari tensi, tak terkontrol juga, tapi memang sih angka burukku gak pernah berlebihan buruknya. Seperti misalnya diabetes, angkaku gak pernah lebih dari 400, lalu tensi juga gak pernah lebih dari 180/100. Tapi apa itu "terkontrol"? Suatu saat pengelola Apartemen Greenbay tempat aku tinggal mengumumkan dibukanya pendaftaran vaksinasi untuk usia dewasa 18-59 tahun, nekat aja aku daftar padahal belum tahu bisa atau nggak. Waktu itu yang semangat mendaftark

Eksperimen Hidroponik Rumahan - Kedua, Tentang Wadah

Saya bukan orang yang berlebihan uang sehingga bisa dengan mudahnya membeli wadah, apalagi sarana hidroponik seperti NFT sistem, dan sebagainya. Itu sebabnya saya ingin memulai eksperimen hidroponik rumahan ini. Saya percaya ada banyak orang yang ingin bercocok tanam sendiri tapi memiliki keterbatasan sumber daya, material, dan keuangan.

Untuk wadah tanaman, saya pergunakan cup puding bekas pakai. Saya tidak memakai netpot, alasan saya: di toko tanaman dekat rumah tidak dijual netpot, selain itu netpot harus membeli, duit saya tidak sebanyak tanaman yang ingin saya budidayakan. Kalau cup puding itu kan banyak, bisa minta dari tetangga yang punya anak kecil, mereka pasti punya, hehehe... inilah penampakan lubang-lubang dan sumbu yang saya buat pada cup puding:


Saya buat lubang memanjang sekitar 3 x 20 mm di empat sisi cup, dan di dasar cup sebagai tempat keluarnya sumbu (wick). Sumbu saya buat dari perca flanel berukuran sekitar 2 x 15 cm. Untuk ukuran ini tidak perlu dibuat patokan, sesuaikan saja dengan wadah yang hendak dipakai. Akar tanaman nantinya akan keluar dari lubang sumbu ini dan menempel pada sumbunya.

Untuk wadah air nutrisi saya pakai baki besar di dasarnya, dan wadah pembenihan untuk menyangga cup-cup. Ini penampakannya:


Yang berwarna hijau di bawah itu adalah baki besar, sedangkan yang hitam adalah wadah pembenihan. Oiya, saya pakai mosspeat untuk media tanamnya, karena tidak tersedia rockwool di dekat rumah saya, payah ya... :( ... tapi mosspeat bisa juga kok untuk hidroponik.

Makin ke sini saya menemukan bahwa sistem wadah yang airnya terbuka seperti ini kurang menguntungkan untuk hidroponik di daerah panas sepanas Sidoarjo... nantikan tulisan saya selanjutnya tentang keganasan panas Sidoarjo!

Comments

Popular Posts