Ngoook... Ngooook... Di Hotel Singgasana

Sikil Traveller di area kolam renang

Hujan deras. naik motor dari Perpus BI menuju hotel Singgasana. Sesampai di hotel ini, pertanyaan awal yang aku tanyakan adalah: toilet! Anakku yang sudah niat hujan-hujan itu kondisinya basah kuyup dan harus ganti baju. Sementara itu suamiku mengurus check in.

Setelah kedua urusan ini beres, kami pun masuk hotel. Kami disambut oleh pemandangan asri diiringi hujan. Desain eksterior hotel ini bernuansa Bali dengan kayu dan batu di sana sini. Sangat asri dan alami. Hujan membuatnya makin romantis!

Selasarnya asri!

Lokasi kamar kami agak jauh dari lobby utama. Jalannya jadi agak lama. Tiba-tiba.... "Ngooook ngooook!" terdengar suara aneh. Aku tolah toleh mencarinya. Sepertinya hanya aku yang sadar dengan suara ini, suami konsentrasi dengan sandalnya yang licin, dan anak heboh dengan ranselnya yang berat... padahal gak seberat tas saya.

Si angsa sedang mandi


Kembali lagi ke suara misterius itu.... ternyata dari seekor angsa yang sedang ceria main hujan! Aih.... aku terkesan dengan pemandangan ini. Pengalaman saya nginep di 7 hotel besar di Surabaya sebelum ini tidak ada yang menyajikan alam komplit dengan binatang yang tampak sehat! Ada ikan yang besar-besar juga. Malamnya, saya malah mendapati seekor kelinci di depan kamar saya sedang main dengan cerianya. Kondisi ini menambah nilai plus hotel ini bagi saya yang suka melihat binatang bebas bermain.


Duo imut!

Memasuki kamarnya, saya lebih terkesan lagi dengan interiornya yang serba kayu dan rotan dengan lantai kayunya. Kalau kamar mandinya standard sih menurutku. Malah waktu aku mandi, air di bathtub terlihat agak kuning. Syukurlah waktu itu airnya kepanasan, dan aku putuskan untuk nunggu sejenak supaya agak hangat, daaaan... penyumbat saluran airnya tidak bisa tertutup rapat! Air yang keruh itu jadinya berkurang, waktu aku buka lagi krannya ternyata yang keluar air jernih. Asyiiiik...!

Suasana kamar yang serba kayu dan rotan

Tentang room service... agak mengecewakan. Ketika baru masuk kamar aku langsung cek kulkas untuk menyimpan pena insulinku, ternyata pintu kulkas terkunci. Lalu aku hubungi room service untuk minta dibuka kuncinya. Duh sampai telepon 2 kali gak datang-datang juga. Sampai akhirnya dibantu oleh pihak restorasi untuk memanggil room service.

Selain itu, piring kotor yang kami letakkan di depan kamar tidak dibereskan hingga kami check out! Padahal itu adalah piring makan siang ketika kami baru tiba.

Hotel tuh ya yang dilihat pertama adalah harganya. Lalu kesan penampilan bangunannya, layanannya, makanannya. Kalau sesuai dengan yang ditampilkan oleh harganya... itu hotel yang yahud!

Sandwich triple decker

Oke, sekarang tentang makanannya. Pertama datang saya pesan sandwich triple decker dan lasagna. Sandwichnya standard banget. Isi telor ceplok dan daging ayam (kayak ayam panggang gitu... tapi bukan smoke chicken, gak ada rasa smoke-nya). Lasagna-nya istimewa. 1 piring besar, tidak seperti lasagna resto pizza pada umumnya. Sausnya lebih encer... hhhmmm... jadi keluar pikiran iseng deh... apa kena hujan ya? Hahahaaa... becanda! Nggak kok... nggak kena hujan. Sausnya kental, tomatnya banyak, kejunya juga mantap. Bukan mozarella murahan. Mozarella kualitas bagus. Daging cincangnya juga banyak dan ada yang potongannya kayak meatball (bukan bakso ya... meatball!)

Tidur semalam juga nyenyak. Saya ini orangnya "perasa", dari 7 hotel besar di Surabaya yang sudah saya nikmati, ada 4 hotel yang membuat saya gak bisa tidur nyenyak. Kayak ada yang ngintip... heheheee... tapi Singgasana ini nggak. Saya bisa tidur nyaman.

Sekarang tentang sarapan. Menu standard. Untuk pembuka saya ambil kimchi... duh saya ngakak kena "kimchi" ini... asli ngakak sampai mau keselek! Yang saya harapkan adalah rasa asam pedas berbumbu kimchi. Yang saya dapatkan adalah.... hahahaa... sudahlah incipin saja sendiri. Ini terlalu lucu untuk diceritakan... terutama untuk orang Jawa Timur ya.. pasti ngakak abis ngerasain "kimchi" ... hahahahaaa!

Hidangan utama saya ambil daging sapi lada hitam, kakap asam manis, sosis ayam, dan kentang slice yang digoreng sebentaran. Masing-masing saya ambil sedikit supaya bisa nyicipin yang lain lagi. Hidangan utama ini rasanya standard menuju enak. Yang jelas tidak bikin saya ngakak atau ngernyit. Lumayanlaaaah walau gak memiliki kekhasan yang bikin berdecak. Oiya, fresh waternya infused water loh! Satu nilai plus lagi deh...

Ini yang PAS banget di lidah saya

Setelah itu saya menikmati camilan dengan kopi espresso. Roti bulat dengan wijen, cinnamon roll pastry, dan plain croissant. Disinilah titik temu selera saya dengan masakan hotel Singgasana! Pastry dan croissant-nya enak! Gurih dan kriuk, ringan tekture-nya mantap gurih susu dan menteganya. Pasti pakai mentega kualitas bagus ini. Roti bulatnya juga memiliki gurih yang sama. Tidak manis. Enak deh pokoknya! Kalau kopi espressonya sama ajalah dengan yang biasa kami bikin di rumah memakai mesin Dolce Gusto.

Nilai plus hotel ini: mini library dengan berbagai bahasa

Kalau dinilai berdasarkan angka review:
Room : 9/10
Food : 7/10 (terdongkrak karena roti)
Service : 6/10

Tapi saya tetap mau berkunjung kembali. Sambil mengurangi ketergantungan pada service dan lebih pandai memilih makanan. Saya suka suasananya. 

Comments

  1. Mom mau Tanya, renang di hotel singgasana harus pake baju renang ga

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts