Mengunjungi Mojokerto Dengan KRD Jenggala

Mojokerto, adalah sebuah kota kecil di Jawa Timur, sekitar 50 km dari Surabaya. Konon, kota ini adalah kota terkecil di Jawa Timur. Liburan tahun baru 2015 ini kami manfaatkan untuk mengunjungi kota Mojokerto, sekedar melihat-lihat suasananya, dan yang terutama adalah mencoba sarana transportasinya: KRD Jenggala. KRD Jenggala ini termasuk kereta api yang baru diresmikan pada akhir 2014. Rutenya Surabaya - Mojokerto. Tarifnya sangat murah, Rp. 4.500 per orang. Bandingkan dengan tarif angkutan darat semacam mobil dan bus. Eits... tapi jangan hanya membandingkan rupiahnya... bandingkan juga kondisi layanannya!

Kereta ini aduhai bersih sekali... cleaning service-nya mondar mandir terus menyapu sampah yang ada. KRD Jenggala ini ber-AC, dengan kursi yang lebih nyaman daripada komuter Sidoarjo-Surabaya yang lama. Tiket kereta ini available 3 jam sebelum berangkat. Kalau membeli dengan dadakan beresiko tiketnya tidak bernomor kursi. Itu artinya ya harus berdiri. Kalau ada penumpang yang turun di stasiun yang terdekat ya sangat bersyukur bisa segera dapat tempat duduk. Anyway, yang berdiri tidak banyak, satu gerbang hanya sekitar 4-5 orang saja. Itu pun disediakan 2 bangku cadangan per gerbong untuk orang cacat, orang jompo, atau ibu hamil yang tidak mendapat nomor kursi.

Suasana nyaman bersih di dalam KRD Jenggala
Kesan positif lain yang saya dapat dari kereta ini adalah minim goncangan. Bahkan anak-anak bisa berlarian di gerbong ketika kereta sedang berjalan. Anak saya sangat excited karena bisa melihat ruang masinis dari balik pintunya. Dia lumayan bisa merasakan melihat jalannya kereta dari jendela terdepan. Dia juga bisa mengetahui kondisi ruang masinis dengan segala tombol pengendalinya. Sebetulnya, ini sungguh pengalaman baru bagi kami! Sangat menarik!

Saya juga bisa upload-upload foto selama dalam perjalanan, biasanya tidak bisa karena saya selalu mual jika melihat layar gadget ketika naik kendaraan. Ini juga tanda bahwa KRD Jenggala ini minim goncangan. Sangat nyaman!

Sesampainya di Mojokerto, kami mengunjungi depot Anda yang posisinya di samping stasiun Mojokerto. Depot Anda ini sangat legendaris. Saya memesan sup buntut goreng. Suami saya memesan nasi rames, dan anak saya memesan nasi ayam goreng. Porsinya mantap! Rasanya juga tidak mengecewakan. Harganya juga berimbang. "Cukup" sedia duit Rp. 150.000 untuk makan-minum bertiga di depot Anda ini.

Sup Buntut Goreng Depot Anda
Dari depot Anda, kami balik lagi ke stasiun untuk membeli tiket pulang, karena loket sudah dibuka pada jam itu untuk pembelian tiket kereta pukul 16:30. Asyiiiik.. loketnya tidak antri sama sekali. Tadi ketika kami baru sampai, antrian loket sangat panjang, karena banyak juga yang naik KRD Jenggala ini hanya untuk menikmati perjalanannya, tanpa tujuan. Sehingga begitu sampai di stasiun Mojokerto mereka langsung membeli tiket pulang untuk keberangkatan pukul 14:00.

Well... masih ada waktu sekitar 2 jam bagi kami di Mojokerto ini. Kami putuskan naik becak putar-putar Mojokerto. Berbekal duit Rp. 30.000, kami naik 2 becak ke arah Carrefour Mojokerto. Sesampai di gerbang carrefour saya tolah-toleh mencari pangkalan taxi atau becak di sana... ternyata tak ada! Dan area sekitar Carrefour ini mirip Lingkar Timur Sidoarjo... sepi!

Akhirnya demi ketentraman bersama kami mewanti-wanti para pak becak untuk menjemput kami pukul 15:30 untuk kembali ke stasiun... daripada telat naik keretanya mending ini becak saya suruh jemput kami.

Di Carrefour kami hanya membeli baju kaos untuk anak, karena anak saya ini rada aneh kebiasaannya... dia hanya mau membeli kaos dari toko di luar Sidoarjo! Oh my! Selain itu kami juga membeli air minum untuk bekal perjalanan pulang. Ada yang menarik di Carrefour ini, mereka menjual gurita yang sebesar bola sepak takraw. Di Surabaya saya tidak pernah menemukan daging gurita ini di Carrefour manapun. Walau begitu saya tidak ingin membelinya, ribet bawanya! Kawatir jadi busuk di jalan.

Tidak banyak yang bisa dinikmati di Carrefour ini. Tidak banyak stand lain di sekitarnya. Pas jam 15:30 kami keluar dan mendapati kedua becak telah menunggu kami. Awan mendung bergelayut tebal, hujan pun turun dengan deras. Puji Tuhan kami sudah di dalam becak yang membawa kami kembali ke stasiun Mojokerto. Tak lama kemudian KRD Jenggala tiba, kami naik di gerbong 1 sesuai nomor bangku, dan menikmati perjalanan yang menyenangkan tanpa asap rokok, tanpa sampah di lantai, sejuk, dan duduk dengan nyaman, melepas lelah dalam waktu 1 jam perjalanan.

Trip ke Mojokerto ini hanyalah awal dari penjajakan kami terhadap sarana yang ada di Mojokerto. Selanjutnya kami akan menjajaki kemungkinan penjelajahan ke Kabupaten Mojokerto dimulai dari stasiun ini... pasti asyik karena Kabupaten Mojokerto memiliki baaaaanyaaaak sekali obyek wisata sejarah dan wisata alam.

Untuk saat ini.... Sidoarjo... we are baaaaaack....!

Comments

  1. haloo ceee, nnt ini tibaa di stasiun mojokerto yg jln bhayangkara yaa??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nancy... sorry baru lihat komentarnya :D iya di situ

      Delete

Post a Comment

Popular Posts