7 Rahasia Olahraga Di Rumah Saja


Saya adalah seorang ibu, yang bekerja di rumah, mendidik sendiri anak saya. Seringkali ada keengganan dalam hati saya untuk mendaftarkan diri di gym dengan tujuan untuk menyehatkan tubuh. Namun, sebagai penderita diabetes, saya sadar bahwa saya membutuhkan olah raga dengan intensitas seperti di gym untuk membakar kalori yang menumpuk dan tidak bisa dibakar secara otomatis oleh tubuh saya akibat ketidakmampuan pankreas saya menghasilkan insulin.

Keterbatasan waktu dan sarana transportasi membuat saya harus lebih cerdas memanfaatkan sarana yang telah ada di rumah untuk memenuhi kebutuhan fitness saya. Selama ini, saya melakukan banyak olahraga dengan segala yang saya miliki di rumah. Dengan cerdas mengelola sarana yang tersedia di sekitar kita, sebetulnya kita telah menghemat biaya yang sangat besar, juga waktu karena tak perlu kehilangan waktu untuk melakukan perjalanan ke gym. Pada postingan ini saya berikan 7 rahasia menjaga kebugaran yang bisa dilakukan dari rumah :

1. Gerakan seluruh anggota tubuh
Terutama anggota gerak, seperti lengan dan kaki. Gerakan pada bagian ini akan memicu detak jantung yang efeknya adalah membakar kalori di seluruh tubuh. Selain itu, kelenturan tubuh juga akan terpelihara. Tubuh yang lentur akan membuat gerakan tetap lincah, gesit dalam menghindari faktor-faktor yang menyebabkan celaka, seperti misalnya ketika melihat ada sepeda meluncur ke arah saya, dengan kondisi tubuh yang lincah saya bisa menghindari sepeda itu pada waktu yang tepat. Jika saya tidak lincah, saya bisa tertabrak, lalu lecet, padahal seorang penderita diabetes harus menjaga diri supaya tidak terluka, karena lukanya akan sulit sembuh dan bisa berujung pada amputasi.

2. Gerakan dengan kecepatan yang terkontrol sesuai kebutuhan detak jantung
Tiap orang berbeda kebutuhan dalam fitness. Untuk penderita diabetes, harus dipahami batasannya. Jika kondisi gula darah sedang normal sampai batas 200 mg/dl bisa dilakukan latihan dengan intensitas tinggi. Jika gula darah antara 200-300 mg/dl lakukan latihan dengan intensitas ringan. Dan jika gula darah diatas 300 mg/dl lebih baik tidak melakukan latihan dulu, cukup dengan bergerak melakukan pekerjaan rutin rumahan. Yang harus diperhatikan juga, sebelum berlatih lebih baik mengonsumsi sedikit makanan supaya tidak terjadi hypoglikemia, yaitu kurangnya gula darah hingga dibawah normal.

3. Gerakan yang rutin dilakukan setiap hari
Fakta penting lainnya adalah: lebih baik latihan dilakukan rutin tiap hari dengan intensitas sedang daripada dilakukan beberapa hari sekali dengan intensitas tinggi. Tubuh yang terbiasa berlatih setiap hari akan lebih sehat daripada yang tidak terlatih secara rutin.

4. Lakukan bersama teman
Sendirian itu lebih membosankan, namun jika ada teman akan lebih semangat dan ceria. Namun perlu diperhatikan supaya teman olahraga anda memiliki tujuan yang sama dengan anda, yaitu mencapai kebugaran. Pengalaman saya, ada beberapa teman yang justru makan dengan lahap dan banyak setelah berolahraga, padahal saya termasuk orang yang mudah terprovokasi untuk melakukan hal yang sama. Tentu saja ini tidak baik untuk tujuan olahraga saya. Sehingga, saya malah lebih suka melakukan seorang diri jika tidak mendapat teman yang bertujuan sama.

5. Lakukan secara terukur dan terencana
Terukur dalam hal ini adalah bisa ditinjau dari durasi olahraga, jumlah langkah yang telah ditempuh, detak jantung. Hampir tak mungkin melakukan pengukuran jarak tempuh jika olahraga dilakukan di rumah. Banyak halangan yang membuat pengukurannya tidak bisa dilakukan dengan baik. Saat ini banyak aplikasi pada android atau iphone yang memungkinkan kita untuk mengukur detak jantung dan durasi olahraga. Anda bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan hasil latihan.

Jika anda penderita diabetes, anda juga bisa melakukan pengukuran gula darah anda sebelum dan sesudah berlatih, untuk melihat sejauh mana efek latihan anda terhadap penurunan gula darah. Ingat, tingkat gula darah yang meningkat atau menurun secara tajam (spike) tidak baik bagi kesehatan. Jika pengukuran anda menunjukkan tingkatan yang seperti ini, mulailah mengatur jenis latihan anda, yaitu dengan mengurangi intensitas atau mengganti jenis latihan anda.

Lakukan secara terencana, buatlah setting rencana olahraga harian anda lalu berusahalah untuk mencapainya. Misalnya, esok anda harus bisa jalan cepat sebanyak 15 menit tanpa berhenti, atau anda bisa melakukan senam aerobik selama 30 menit tanpa berhenti. Jangan menetapkan rencana yang terlalu tinggi hingga tak bisa anda capai, lama-lama anda akan depresi karenanya. Jika anda dapat mencapainya, hargailah setiap prestasi anda dengan mencatatnya, atau menghadiahi diri sendiri dengan hadiah kecil yang menyenangkan, misalnya dengan membeli buku kesukaan, atau menyediakan ekstra waktu untuk diri sendiri yang bisa anda isi dengan aktivitas yang anda sukai. Saya memilih mengisi ekstra waktu saya dengan menulis atau membenahi blog saya.

6. Buatlah variasi supaya tidak membosankan
Variasi bisa diberikan pada jenis olahraga, tempat olahraga, musik yang mengiringi, bahkan apa yang anda pakai selama fitness. Saya akan uraikan di sesi berikutnya dibawah ini tentang olahraga apa saja yang bisa anda lakukan di rumah sebagai variasi supaya tidak membosankan. Untuk tempat olahraga sendiri bisa dipilih: kebun, teras, kamar pribadi, kamar anak (jika diijinkan), bahkan dapur. Anda bisa memilih tempat olahraga sesuai jenis olahraga yang anda lakukan.

Biasanya, saya akan memilih musik berirama cepat semacam musik disko, pop-rock, atau house music untuk mengiringi aktivitas saya jika ingin bergerak dengan irama yang cepat untuk meningkatkan detak jantung. Jika ingin melatih kelenturan otot saya akan menggunakan musik berirama agak lambat seperti jazz atau musik easy listening, musik seperti ini juga berefek relaksasi, ini sangat baik untuk menyingkirkan stress.

Variasi dalam apa yang anda pakai selama latihan juga bisa meningkatkan semangat. Misalnya memakai kacamata hitam yang stylist, jam tangan yang anda sukai, atau memakai pakaian olahraga yang trendy, walaupun hanya berolahraga di dalam rumah, dan tak ada yang mengagumi penampilan anda. Anda tak perlu orang lain untuk memuji penampilan anda kan? Lakukan apapun yang bisa menyemangati anda dalam fitness di rumah, tidak perlu menunggu pujian dari orang lain, karena kesehatan itu adalah milik anda sendiri, anda yang menikmatinya dan anda pula yang mengusahakannya.

7. Sharing aktivitas olahraga anda di media sosial
Media sosial memiliki kekuatan dalam memotivasi atau melemahkan semangat. Gunakan media sosial anda untuk meningkatkan semangat. Sharing hasil latihan anda, pencapaian dan prestasi anda sekecil apapun. Akan lebih baik bila anda bisa menemukan group online yang memang digunakan untuk saling mendukung latihan untuk mencapai kesehatan. Group tersebut biasanya menyediakan dukungan untuk terus melakukan olahraga demi kebugaran. Tak jarang mereka juga menyediakan ide-ide untuk berolahraga secara teratur tanpa rasa bosan atau malas.

Sharing pencapai fitness di media sosial bukanlah ide yang baik jika anda memiliki teman media sosial yang suka melecehkan, meremehkan, atau menghina. Pilihlah teman yang baik, jangan ragu menghapus teman yang tidak baik. Teman baik akan meningkatkan kepribadian dan kebahagiaan anda, mereka sangat berharga.

Dengan memperhatikan 7 rahasia tersebut, kita bisa mulai dengan memperhatikan kondisi rumah dan keluarga, bentuk bangunan, furniture, bahkan aktivitas anak bisa dimanfaatkan untuk mencapai kesehatan yang maksimal. Jika anda belum memiliki ide tentang aktivitas-aktivitas tersebut, saya akan berikan tips dan contoh aktivitas olahraga di rumah yang sering saya lakukan di postingan ini: Ide-ide Memanfaatkan Kondisi Rumah Untuk Olahraga

Comments

Popular Posts